Gaya, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta para orang tua untuk mewaspadai anak anaknya mengkonsumsi Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC).

 Nila meminta agar orang tua peka terhadap perilaku anak. ”Kita imbau para orangtua untuk hati-hati. Jaga anak-anak dari pergaulan yang buruk. Jangan sampai ada kasus seperti ini lagi,” kata Nila dalam keterangan persnya.

Sebelumnya, 76 anak mengalami masalah mental akibat mengonsumsi Paracetamol Caffein Carisoprodol di Kendari, Sulawesi Tenggara. Bahkan satu orang di antaranya meninggal dunia. Perlu peran orangtua dan keluarga untuk memberikan pemahaman kepada anaknya terkait peredaran narkoba jenis PCC.

Saat ini Kemenkes bersama Dinas Kesehatan setempat terus memantau kondisi kesehatan korban serta memotivasi agar menghindari obat-obat tersebut. Penyalahgunaan obat PCC  telah membawa korban yang mayoritas usia muda dan pelajar. Dari hasil uji laboratorium, Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan tablet PCC yang mengandung Karisoprodol, dan sedang diuji bahan aktif lain. Karisoprodol digolongkan sebagai obat keras.

Obat yang mengandung zat aktif Karisoprodol memiliki efek farmakologis sebagai relaksan otot namun hanya berlangsung singkat, dan di dalam tubuh akan segera dimetabolisme menjadi zat aktif lain yaitu Meprobamat yang menimbulkan efek menenangkan (sedatif).

Efek tersebut menyebabkan obat-obat dengan kandungan zat aktif Karisoprodol disalahgunakan. Penyalahgunaan Karisoprodol digunakan untuk menambah rasa percaya diri, sebagai obat penambah stamina.

Pada 2013, seluruh obat yang mengandung Karisoprodol, termasuk Somadryl, dibatalkan izin edarnya. Nila menganggap masalah PCC ini tidak hanya terkait kesehatan, melainkan bagaimana obat yang izin edarnya sudah dicabut.

MITRA TARIGAN