Inforial- Langkah Pramuka dan Vanaprastha yang dipimpin Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengabadikan Pegunungan Alpen, Eropa Barat, dengan memasang spanduk Pancasila, Dasa Darma Pramuka, Bhinneka Tunggal Ika, dan Visit Indonesia mendapatkan apresiasi positif. Apresiasi itu di antaranya datang dari Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI) Rainier H. Daulay.

“Saat kita berfoto di suatu tempat, kita sudah mempromosikan daerah tersebut. Namun Pramuka beda, mereka justru berfoto dengan gunung-gunung di pegunungan Alpen, seperti Grands Montets (Prancis), Eiger (Swiss), Gran Paradisso (Italia), dan Pointe Lachenal (Prancis) dengan bendera Merah Putih, spanduk Pancasila, Dasa Darma Pramuka, bahkan membuat video Visit Indonesia. Ini kreatif karena dengan bendera Merah Putih sudah sering dilakukan,” ujarnya.

Rainier mengatakan gunung-gunung Indonesia harus dipromosikan di luar negeri. “Kita menunggu rekomendasi dari Pramuka. Mari gotong-royong membantu pemerintah agar target 20 juta wisatawan ke Indonesia pada 2019 terwujud. Jangan lupa prinsipnya aman dan nyaman,” kata Rainier yang juga Pendiri dan CEO Rhadana Group, di Jakarta, Senin, 19 September 2017.

Sebelumnya, Wakil Duta Besar RI di Paris Agung Kurniadi mengatakan sejauh ini sepertinya Pramuka dan Vanaprastha yang pertama kali mengabadikan pegunungan Alpen dengan spanduk Dasa Darma Pramuka, Pancasila, Visit Indonesia. “Semoga kolaborasi ini dapat diikuti organisasi-organisasi lainnya,” ucapnya.

Sebagai informasi, pada 3-15 September 2017, telah berlangsung program Bank Rakyat Indonesia-Gerakan Pramuka-Vanaprastha untuk Merah Putih. Adhyaksa menjelaskan, selain mengibarkan bendera Merah Putih, tim ekspedisi yang dipimpinnya juga mengabadikan gunung Grands Montets (Prancis), Eiger (Swiss), Gran Paradisso (Italia), Pointe Lachenal (Prancis) dengan spanduk Pancasila, Dasa Darma Pramuka, Visit Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Kita juga membuat video dengan bahasa Inggris berisi ajakan kepada semua warga dunia untuk datang ke Indonesia,” tuturnya.

Dua fokus utama program ini adalah Promosi Indonesia Pada Puncak-Puncak Dunia (PIP3D) dan perumusan rekomendasi untuk pengelolaan wisata pegunungan di indonesia. “Setelah ini kita selenggarakan lokakarya untuk perumusan rekomendasi,” ujarnya.

 

INFORIAL