Gaya, Jakarta - Bioskop alternatif, menurut para pengelolanya, sejak awal dirancang sebagai ruang pamer bagi sineas lokal. Di tempat ini, para pembuat film bisa menampilkan karyanya tanpa harus dipusingkan dengan cara menembus jaringan bioskop besar. Komunitas penggemar film juga bisa berkumpul dan berdiskusi di dalamnya.
Bioskop mini punya kapasitas penonton dan tarif berbeda-beda. Penggemar film-film alternatif bisa mencari bioskop yang sesuai dengan kantong, lokasi, dan kebutuhan. Bioskop-bioskop ini bisa dipakai untuk memutar film secara pribadi atau bersama komunitas. Tarifnya tentu saja tak sama. Berikut ini tarif ruang penyewaan film secara pribadi.
1. Kineforum
Berdiri: 2006
Lokasi: Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat
Kapasitas: 45 penonton
Tarif: Rp 1 juta per tiga jam
Jumlah film yang diputar selama 2017: 118 film Indonesia dan 36 film internasional
2. Radiant Cinema
Berdiri: 2017
Lokasi: The Radiant, Jalan Haji Abdul Gani 17, Ciputat, Tangerang Selatan
Kapasitas: 30 penonton
Tarif: Rp 1 juta per tiga jam
Jumlah film yang diputar selama 2017: 55 film Indonesia
Baca: Anak Belajar Mengendalikan Diri Lewat Menonton di Bioskop
3. Subtitles
Berdiri: 2004
Lokasi: lantai dasar Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan
Jumlah film yang dapat diputar: 400 slot penayangan setiap bulan Fasilitas lain: kafe Kapasitas: Enam ruang pemutaran. Satu ruangan berkapasitas dua penonton, lima ruangan berkapasitas 8-10 penonton.
Tarif:
- Rp 185 ribu (hari kerja) dan Rp 240 ribu (hari libur) per dua jamnen
- Harga spesial Rp 150 ribu per dua jam untuk pemutaran pukul 10.00-12.00
4. Paviliun 28
Berdiri: 2014
Lokasi: Jalan Petogogan I Nomor 25, Gandaria Utara, Jakarta Selatan
Kapasitas: 40 penonton
Tarif: Rp 800 ribu per dua jam
Fasilitas lain:
- galeri seni
- kafe
5.Kinosaurus
Lokasi: Jalan Kemang Raya 8B, Jakarta Selatan
Kapasitas: 30 orang
Tarif: Rp 50 ribu (umum), Rp 35 ribu (pelajar)
Kegiatan lain:
- pementasan musik, pembacaan puisi, dan peluncuran atau bedah buku
DIKO OKTARA