Gaya, Jakarta - Tak harus jadi selebritas untuk menuai popularitas, semua orang bisa jadi terkenal lewat platform di PCC Ada dua Jenis, Efek Kombinasinya Bikin Cepat Pingsan
Misophonia, Gangguan Jiwa atau Masalah Medis? Cek Penelitiannya
Kunci Makan Sehat? Tiru 5 Kebiasaan Makan Si Kecil
Saat ini pihaknya memilih sendiri Clipper yang akan diajak bekerjasama. Namun ia tetap membuka kesempatan untuk orang-orang yang tertarik menjadi model untuk video magazine tersebut.
"Tahun depan ada audisi Clipper, kami ingin mengajak siapa pun perempuan yang ingin menginspirasi perempuan lain untuk membuat video bersama," kata Pradana di Jakarta, Senin.
Hanna Himawan, Geochandra Gama Rahmasari dan Chella Iskandar adalah beberapa Clipper Indonesia yang aktif mengisi konten di platform tersebut.
Hanna dan Geochandra mengulas soal kecantikan, sedangkan Chella membuat resep-resep makanan manis. Ketiganya adalah Clipper Indonesia generasi pertama yang bergabung sejak Februari 2017.
Setelah menjadi Clipper, Hanna dan Geo mengakui jumlah follower di media sosial mereka bertambah, bahkan kadang kala ada orang yang mengenali mereka sebagai Clipper.
"Kalau saya cuma kelihatan tangan (di video) jadi follower enggak nambah," seloroh Chella sambil tertawa.
"Tapi it feels good pas dapat apresiasi, saat videonya diunggah banyak yang komentar, bisa dapat insight bagus," kata pemilik akun @chellaiskandar.
Hingga saat ini, proses pengambilan gambar berlangsung di studio C Channel agar hasil videonya punya kualitas yang seragam. Para Clipper dengan tim produksi C Channel saling bertukar ide untuk membuat video yang menarik untuk kaum Hawa.
"Komunikasinya selalu dua sisi," imbuh Geochandra.
Dalam satu kali pertemuan di studio, Clipper bisa merekam belasan video sekaligus.
Platform tersebut biasanya mengunggah 7-10 video per hari. Saat ini konten lokal yang dibuat oleh Clipper Indonesia adalah salah satu yang populer, kata Project Planning Manager C Channel Ghina Shofia.
"Permintaan untuk konten video lokal juga makin meningkat, awal-awal kami masih banyak menyajikan konten dari Jepang, sekarang perlahan-lahan tergantikan dengan konten lokal," jelas dia.
ANTARA