Cantik, Jakarta - Tahukah Anda apa itu blepharoplasty? Blepharoplasty adalah operasi yang dilakukan untuk membuat tampilan kelopakTak Pede dengan Kelopak dan Kantung Mata? Blepharoplasty Solusinya

Prosedur ini dapat dilakukan untuk meningkatkan penampilan atau memperbaiki kesehatan mata, biasanya dilakukan kepada pasien yang memilki kelopak mata yang dianggap tidak menarik.

“Prosedur ini sering dilakukan oleh perempuan di atas 20 tahun yang ingin memperbaiki penampilan kelopak matanya,” ujar Dr. Yunia Irawati, SpM(K), subspesialis okuplasti, dan biasa disapa Dr. Ira.

Teknik dari prosedur ini adalah melakukan pemotongan lemak dengan menggunakan pisau untuk operasi, yang lebih baik untuk kulit dibanding laser, dan membuat kelopak mata atas atau bawah sesuai permintaan pasien. Artikel lain: Mata Kedutan Jangan Pikir Macam-macam, Ada Penjelasan Ilmiahnya

“Sebelum melakukan blepharoplasty, kita harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan,” kata Dr. Ira.

Bila tidak melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, efek samping bisa berbahaya karena ada beberapa faktor kesehatan yang berdampak besar terhadap proses penyembuhan. Ada tiga hal yang perlu diperiksa sebelum melakukan proses ini, yaitu riwayat kelainan mata dan kelainan sistemik, pemeriksaan mata dari ketajaman penglihatan, tonus otot, besarnya pupil, retina, dan lapisan air mata, serta dokumentasi foto pra dan pascaoperasi.

Setelah operasi, mata pasien diberi kompres dingin selama 2-3 jam. Untuk mengurangi pembengkakan, posisi kepala selalu lebih tinggi. “Seperti posisi kepala kalau tidur, harus lebih tinggi 45 derajat dari badan,” lanjut Dr. Ira. Baca juga: Mata Merah, Cek 6 Kemungkinan Penyebabnya

Lalu, saat terpenting untuk melihat hasil adalah beberapa jam sampai 2-3 hari pascaoperasi, di mana dokter mengecek pendarahan yang dapat membuat nyeri, penonjolan bola mata, dan penurunan ketajaman penglihatan. Bila menyadari hal tersebut terjadi, pasien harus langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Selain hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa menjadi komplikasi dari blepharoplasty, seperti hasil yang belum maksimal, gangguan pergerakan bola mata, selaput mata terisi cairan, tarikan kelopak mata, tepi kelopak mata terputar ke dalam atau ke luar, granulasi pada jahitan, dan bulu mata rontok. “Kemungkinan efek samping yang permanen itu kecil, tetapi kemungkinan ini harus tetap diinformasikan kepada pasien,” ujar Dr. Ira.

ASTARI PINASTHIKA SAROSA