Inforial- Salah satu transportasi di kota modern adalah monorel. Monorel dapat menjadi alat transportasi massal yang menjangkau beberapa daerah di perkotaan. Misalnya di satu pusat bisnis ke pusat bisnis lain atau dari suatu wilayah ke wilayah lain. Dengan cara itu, masyarakat punya alternatif transportasi. Tidak perlu pakai bis ataupun mobil pribadi untuk mengakses satu tempat.

Biasanya monorel merupakan angkutan perkotaan yang menggunakan rel tunggal sebagai lintasannya. Berlainan dengan kereta konvensional yang menggunakan sepasang rel paralel, monorel menggunakan ban karet dan melintas pada lintasan beton sehingga monorel ketika beroperasi tidak bising seperti kereta konvensional. Daya angkutnya juga lumayan banyak sehingga bisa menjadi alternatif angkutan masal ke satu titik tertentu.

Ide dasar monorel itulah yang dilirik oleh Meikarta ketika merancang kota modern tersebut. Selain dilengkapi dengan jalan 4 lantai dan akan dilintasi kereta cepat Jakarta-Bandung, Meikarta dirancang dengan akses APM (Automated People Mover) berbentuk monorel. APM berjalan bolak-balik tanpa atau dengan masinis. Dengan cara itu, penghuni apartemen maupun masyarakat yang beraktivitas di Meikarta dapat dengan mudah mengakses transportasi massal ini. Pergerakan masyarakat akan lebih efisien.

Dari sisi lingkungan, penggunaan monorel ini juga lebih hemat energi sehingga emisi CO2 dapat ditekan serendah mungkin. Menariknya, Meikarta akan menggabungkan monorel dengan LRT (light rapid transport) yang sedang dibangun oleh pemerintah. Jadi, nantinya pengguna monorel dari Meikarta dapat mengakses terminal LRT di satu tempat untuk kemudian melanjutkan perjalanannya ke Jakarta menggunakan LRT. Dengan cara itu, waktu tempuh Jakarta-Meikarta dapat berlangsung lebih cepat sehingga akan jadi alternatif transportasi menarik di luar lewat jalan tol.

Sebagai angkutan perkotaan yang melayang, ruang yang dibutuhkan untuk monorel juga tidak terlalu besar. Bahkan tiang penyangga beton atau baja bisa dikreasikan dengan kondisi yang ada seperti dihiasi mural dan bentuk seni instalasi lainnya. Dengan cara seperti ini, monorel tidak akan mengganggu lalu lintas eksisting, tetapi tetap bisa membawa banyak penumpang dari satu titik ke titik lainnya. Masyarakat pun akan punya pilihan transportasi publik yang menyenangkan.

Ide monorel yang dilirik Meikarta itu akan menjadikan Meikarta sebagai kota yang gampang diakses di segala tempat. Tanpa harus perlu bersusah-susah mencari angkutan umum ataupun kendaraan pribadi lainnya, dari depan apartemen pun APM sudah tersedia membawa penghuninya ke berbagai tempat yang diinginkan.