http://go.oclasrv.com/afu.php?zoneid=1387600

Aktual

Tampilkan postingan dengan label Seleb. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seleb. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 September 2017

Di Pemutaran Film ini, Pria Kulit Putih Bayar Tiket Lebih Mahal

Seleb, Jakarta -Sutradara asal Kanada, Shiraz Higgins mendapatkan reaksi balik setelah ia meminta penonton berkulit putih membayar lebih mahal saat pemutaran film dokumenternya tentang stand up komedian, Building the Room.

Mulanya Shiraz Higgins ingin menarik bayaran dari pria berkulit putih sebesar US$20, sementara US$10 untuk perempuan berkulit putih pada pemutaran premiere di Roxy Theatre di Victoria, British Columbia, 28 September mendatang.

Setelah kabar ini jadi heboh di pemberitaan, melalui blognya, Higgins menurunkan harga untuk "White Cis-Straight Able-Bodied Males" (pria berkulit putih, bukan transgender, tidak cacat fisik) menjadi US$ 15. Sedangkan selain itu cukup membayar US$ 10.

Kepada The Hollywood Reporter Higgins mengatakan mulanya ‘harga keadilan’ tersebut bersifat sukarela. Tak ada maksud sebagai salah satu bentuk publisitas apalagi sampai memicu pembahasan soal ketidaksetaraan pendapatan.

Higgins malah mendapat serangan di berbagai media sosial terutama melalui Twitter. Berbagai serangan seperti bernada rasis termasuk ancaman pembunuhan diterima Higgins. Belum lagi setelah ia menjawab pertanyaan media melalui media elektronik dengan nama samaran Sid Mohammed.

Sesungguhnya Higgins punya maksud di balik keputusannya menerapkan harga berbeda tersebut. Ia ingin berbicara soal adanya ketakadilan pendapatan yang terjadi termasuk di dunia hiburan. Menurutnya pria dibayar lebih mahal daripada perempuan. Dan orang kulit putih kerap mendapat lebih banyak hak.

tapi ternyata reaksi yang muncul di luar prediksi Higgins sendiri. “Ini jauh melampaui apa yang saya maksud,” katanya.

Higgins tak menyangkan hal ini pun akan menjadi pembahasan luas. Pasalnya film yang ia buat pun hanya akan dilakukan dalam pemutaran lokal, pemainnya pun hanya komedian yang tak dikenal, digarap sutradara tak populer, dan tempat yang juga tak begitu terkenal.

Building the Room sendiri sebenarnya dokumenter berdurasi 70 menit yang mengajak penonton melihat sisi di balik layar bagaimana sebuah kelompok komedian lokal mengembangkan dan menggelar pertunjukan komedi tunggal.

Di dalam film tersebut terlibat komedian Ben Fawcett, Chelsea Lou, Darcy Collins, Myles Anderson, Shane Priestley dan Shawn O'Hara. Pembiayaan untuk film dokumenter tersebut sebagian berasal dari Telus Optik, sebuah layanan IPTV uang berinvestasi dalam proyek film lokal. Higgins mengatakan bahwa dia tidak pernah bermaksud untuk membedakan pria kulit putih, atau siapa pun dari pemutaran filmnya.

 

THE HOLLYWOOD REPORTER | AISHA 

Livestreaming: #Simpati4Hamsad Galang Dana untuk Hamsad Rangkuti

Seleb

Tempat

Teras Budaya Tempo Gelar Malam Simpati untuk Hamsad Rangkuti

Seleb, Jakarta - Teras Budaya Tempo mengajak masyarakat untuk peduli sesama dengan menggelar sebuah kegiatan penggalangan dana bertajuk Simpati untuk Hamsad Rangkuti. Kegiatan yang diramaikan dengan pembacaan karya-karya Hamsad Rangkuti ini  digelar di lantai 5 Gedung Tempo, Jalan Palmerah Barat, Jakarta Selatan, Jumat,  22 September 2017 mulai pukul 19.00 WIB.

Salah satu panitia Mustafa Ismail mengatakan, kegiatan ini sebagai bagian dari kepedulian sebagai sesama manusia.  “Ini masalah kemanusian saja sih. Kalau ada saudara kita yang sakit pasti kita ingin bantu. Yang jelas ini diantara upaya kita untuk peduli sesama,” kata Mustafa , Jumat 22 September 2017.

Mustafa mengatakan, saat ini Hamsad Rangkuti yang terbaring sakit sangat membutuhkan banyak biaya untuk pengobatan. “Acara untuk membantu pengobatannya," kata Mustafa. Dia berharap, solidaritas para seniman seperti ini akan terus berlanjut untuk membantu seniman yang membutuhkan. Hamsad Rangkuti belum pulih benar. Setelah sempat dirawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok, hamsad kini dirawat oleh istrinya, Nurwinda Sari di rumahnya di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat.

MARIA NOOR CHASANAH

G-Dragon dan 3 Personil Big Bang Ikut Wajib Militer Tahun Depan

Seleb, Jakarta - Para anggota Big Bang, yakni G-Dragon, Taeyang, Daesung dan Seungri  akan segera mengikuti jejak rekan mereka T.O.P menuju wajib militer.  Tidak seperti grup K-pop lain yang mengirim anggota satu persatu untuk mengikuti wajib militer, seluruh sisa anggota Big Bang dikabarkan akan mendaftar wamil tahun depan sekaligus.

Baca: T.O.P Big Bang Jadi Trending Topik Dunia

Berdasarkan laporan media-media Jepang, empat anggota Big Bang itu berencana memulai wajib militer pada musim semi tahun depan. Meski Daesung dan Seungri masih punya waktu sebelum menginjak usia maksimal untuk mengikuti wamil, mereka memutuskan untuk wamil bersama-sama dengan rekannya yang lebih tua sehingga Big Bang bisa kembali berkarya dengan formasi personel lengkap secepat mungkin.

G-Dragon dan Daesung sebelumnya telah menyiratkan keinginan untuk mengikuti wamil tahun depan. "Saya akan wamil tahun depan. Ini bisa jadi kali terakhirku. Saya akan berusia 32-33 tahun ketika sudah selesai wamil, apa kalian bisa menerimanya?" tanya pelantun Crooked bernama asli Kwon Ji Yong saat tampil di konser terbaru "Act III: Motte" di Seoul.Big Bang Dome! Aku akan menurunkan berat badan saat itu jadi jangan tinggalkan saya. Tolong tunggu saya, saya akan kembali terlihat keren!"

ANTARA

Kamis, 21 September 2017

Joko Anwar Gandeng Dua Seniman Main Film Pengabdi Setan

Seleb, Jakarta -Sutradara Joko Anwar menggandeng dua seniman Indonesia, Ayu Laksmi dan Elly Luthan untuk ikut bermain dalam film terbarunya, Pengabdi Setan. Alasan Joko melibatkan penyanyi dan penari ini lantaran dalam filmnya Joko butuh pemain yang bisa memerankan gestur. “Aku butuh mereka. Jadi karakter mereka bukan cuman ngomong, tapi juga tubuh,” ujar Joko Anwar di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu, 20 September 2017.

Baca:AlasanJoko Anwar Pertahankan Nuasa 80-an di Pengabdi Setan

Dalam film Pengabdi Setan ini, Ayu dan Elly berperan sebagai ibu dan anak. Kedua tokoh ini menurut Joko sangat bisa memerankan gestur. “Jadi butuh orang yang bisa mengolah tubuh makanya mereka aku minta tolong untuk ikut,” tutur Joko Anwar.

Peran nenek yang dimainkan Elly LUTHAN menurut Joko sukses menunjukkan karakter yang bisa menonjolkan sisi gestur. “Dia pakai kursi roda kita bisa ngerasain kepedihan dia,” kata Joko Anwar.

Beruntungnya Joko, baik Ayu Laksmi maupun Elly Luthan menerima ajakannya tersebut. Padahal kedua orang ini banyak beraktivitas dan menghabiskan waktu di luar negeri.  “Ayu Laksmi itu penyanyi penari segala macam, Elly Luthan master of dancing, jadi kerjaan dia enggak pernah di Indonesia, di luar negeri terus,” ujar sutradara Pintu Terlarang itu.

Ayu Laksmi  merasa keikutsertannya dalam film ‘Pengabdi Setan’ seperti mimpi. “Jadi masih seolah-olah kayak mimpi yang ketika terjaga masih berasa seperti mimpi. Biggest dream coming true,” tuturnya.

Melalui wawancara dalam tayangan behind the scene pembuatan Pengabdi Setan, Elly Luthan menyampaikan sebaiknya film horor bukan hanya menampilkan hal yang menakutkan. Film yang baik menurutnya bisa meninggalkan interpretasi bukan hanya pandangan horor, jejak menakutkan, namun membuat orang bisa belajar banyak dan bercermin.

Film ‘Pengabdi Setan’ sebelumnya disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra dan  tayang di layar lebar pada tahun 1981. Dalam sepuluh tahun terakhir, Joko Anwar berusaha melakukan beberapa pendekatan terhadap pihak Rapi Film agar dapat memproduksi ulang film tersebut.

Akhirnya, Rapi Film pun mengizinkan Joko untuk membuat kembali film yang sangat menginspirasi dirinya untuk menjadi sineas saat kecil. Akhir September 2017 Pengabdi Setan mulai tayang di bioskp. Film ini dibintangi i Tara Basro, Dimas Aditya, Bront Palarae, Endy Arfian, M.Adhiyat, Fachry Albar dan Asmara Abigail.

 

AMMY HETHARIA | AISHA SHAIDRA

Cerai, Janet Jackson Terpikat Lagi pada Mantan Pacar

Seleb, Los Angeles - Setelah bercerai dari suminya, pebisnis asal Qatar Wissam Al Mana, kabarnya Bercerai dari Janet Jackson, Wissam Al Mana Curhat di Medsos

Kabar yang beredar jika keduanya belum menanggapi berita itu. Tapi menurut seorang sumber lain, keduanya hanya berteman dan tidak lebih. "Jermaine dan Janet tetap berteman selama bertahun-tahun dan tidak pernah kehilangan kontak," kata orang dalam kepada E! News.

"Mereka memang pernah bermusuhan setelah putus, tapi mereka bisa mengatasinya dan tetap bersahabat hingga kini, " lanjut sumber tersebut.

"Jermaine memiliki cinta yang dalam untuk Janet dan mereka telah berbicara lebih banyak sejak perpisahan. Janet dan Jermaine saling percaya satu sama lain dan mereka memiliki sejarah."

Sumber tersebut kemudian menjelaskan bahwa penyanyi berusia 51 tahun itu benar-benar tidak berada dalam posisi untuk berhubungan dengan  pria manapun saat ini.

"Mereka dekat untuk sebuah proyek baru," kata si sumber lagi.

Janet Jackson dan Jermaine berpacaran selama tujuh tahun. Mereka mengakhiri hubungan pada 2009 di tengah kesedihannya atas kematian saudaranya Michael Jackson. Penyanyi "Together Again" memusatkan perhatian pada pekerjaan untuk mengatasi kesedihan, menghindari liputan dan membaca berita tentang kematian saudaranya.

ACESHOWBIZ| ALIA

Bercerai, Janet Jackson Merasa Hidup Seperti di Penjara

Seleb, Los Angeles - Sejak menikah dengan konglomerat Wissam Al Mana, Janet Jackson merasa berada di penjara. "Selama lima tahun pernikahan, Janet merasa jauh dari keluarga dan teman-teman," kata seorang keluarga Jackson dalam sebuah isu baru Us Weekly. "Hidupnya seperti di penjara."

Janet Jackson  merasa sangat sedih sejak kematian Michael Jackson, bersamaan pula dengan putusnya hubungan dengan Jermaine Dupri. "Hatinya hancur dan putus asa. Lalu dia bertemu Al Mana ketika pembukaan hotel di Dubai pada April 2010," kata seorang sumber itu.

"Dia masuk pada waktu yang tepat, dia menyelamatkannya dan membawanya pergi ke Timur Tengah," sumber itu menambahkan.

Bersama Al Mana, Janet Jackson menemuka kehidupan yang mewah.  "Janet menjalani kehidupan yang sangat mewah dengannya," kata sumber tersebut. "Uangnya bisa memberi mereka banyak privasi, itulah yang dia idam-idamkan."

Al Mana mengenalkannya pada keinginan lain, membentuk sebuah keluarga."Janet sama sekali tidak pernah mau menjadi ibu, tapi itu berubah dengan Wissam," tambah orang dalam yang dekat dengan Janet. "Dia sangat menginginkan bayi dan dia sudah siap. Dia sadar dia menemukan pria yang tepat. "

Tapi instingnya salah. Keinginan Al Mana untuk "istri tradisional yang terjebak dengan tradisi Muslim" mulai mempengaruhi istrinya. Dia mulai mengenakan burka - pakaian luar panjang dan longgar.

"Janet merasa sudah tidak menjadi dirinya lagi, "kata sumber itu. Pembatasan juga masuk ke dalam karirnya. Meskipun dia membatalkan tur dunia Unbreakable pada bulan April 2016 untuk fokus pada kehamilannya, "Janet merasa musiknya terbengkalai dan dia membenci Wissam," kata orang dalam. "Dia tidak bisa tenang dan menjadi apa yang dia inginkan."

Janet Jackson  akhirnya memutuskan bahwa dia tidak bisa lagi menjadi penonton di kehidupannya sendiri. "Dia meletakkan semuanya dan mengatakan tidak," tambah sumber Jackson. "Janet ingin mengembalikan hidupnya."

Janet Jackson bercerai pada Mei 2017, dan melahirkan anak pertamanya pada Januari 2017.

US Magazine | ALIA

Selain Pengabdi Setan, 3 Film Horor Ini Siap Menghantui Anda

Seleb, Jakarta -  Alasan Joko Anwar Pertahankan Nuansa 80-an di Film Pengabdi Setan

Ruqyah: The Exorcism

Film produksi MD Pictures berasosiasi dengan PIC House ini dibintangi  oleh Celine Evangelista dan Evan Sanders. Film ini  dibuat berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada pertengahan 2012. Dikisahkan Mahisa (Evan Sanders) ingin menolong Asha (Celine Evangelista) yang merasa diganggu oleh keberadaan makhluk halus. Pada awalnya, Mahisa tidak percaya akan cerita Asha. Namun, setelah menjadi saksi berbagai kejadian aneh, akhirnya Mahisa berusaha untuk menyelamatkan Asha dari makhluk yang mengusik kehidupannya.

Lewat saran dari seorang ahli agama, Mahisa mendapati bahwa Asha ternyata kerasukan. Ia berniat untuk melakukan sebuah ritual yang disebut mampu melepas Asha dari penderitaannya: ruqyah. Tapi ternyata apa yang merasuki Asha tidak begitu saja mudah untuk dilepaskan, bahkan mulai menyerang Mahisa. Mampukah Mahisa menolong Asha yang mengalami gangguan semakin parah?

Film Ruqyah yang disutradarai Jose Poernomo dan diproduseri oleh Manoj Punjabi ini akan tayang pada 5 Oktober 2017.

Gerbang Neraka

Gerbang Neraka adalah film horor garapan Rizal mantovani yang berkisah tentang petualangan tiga karakter yang bekerja sama mengungkap misteri Piramida Gunung Padang. Tomo Gunadi (Reza Rahadian) seorang wartawan tabloid mistis yang meliput Piramida Gunung Padang bersama dengan paranormal Guntur Samudra (Dwi Sasono) menawarkan bantuan pada Arni Kumalasari (Julie Estelle), arkeolog yang sedang melakukan ekskavasi di situs bersejarah itu.

Arni yang antipati pada hal-hal klenik akhirnya menerima bantuan dua orang itu setelah menemui banyak kejadian misterius yang terjadi di Piramida Gunung Padang.

Tiga orang ini menemukan fakta bahwa piramida ini menyembunyikan sebuah kekuatan besar yang bisa menghancurkan dunia, mereka pun harus bahu membahu mengerahkan tenaga untuk mencegah bencana tersebut.

Film yang diproduseri dan ditulis oleh Robert Ronny ini juga menghadirkan akting Ray Sahetapy, Lukman Sardi, Puy Brahmanthya, Khiva Iskak dan Ayasha Putri. Film ini mulai diputar di bisokop pada 20 September 2017.

Gasing Tengkorak

Disutradarai oleh Jose Purnomo, film produksi MD Pictures dan Dee Company ini bercerita tentang seorang artis bernama Veronica yang sedang istirahat dari jadwal padatnya di sebuah vila pulau terpencil. Sayang, vila tersebut ternyata mengundang banyak teror mencekam.

Gasing Tengkorak sekaligus menandakan kembalinya  Nikita Willy berakting untuk layar lebar.  Selain menjadi sutradara, Jose Poernomo yang pernah menyutradarai film horor Jailangkung (2001 dan 2017), Rumah Kentang (2012),  dan Angkerbatu (2007) ini, juga menulis naskah filmnya bersama dengan Baskoro Adi Wuryanto.

Film Gasing Tengkorak akan dirilis 2 November 2017. Adapun artis-aktor lainnya yang tampil di film ini d iantaranya Rendy Krisna, Voke Victoria, dan Farahdiba Ferreira.

NUNUY NURHAYATI | ANTARA

Natasha Rizki Cerita Galaknya Hanung Bramantyo di Lokasi Syuting

Seleb, Jakarta - Aktris Natasha Rizki merasa senang karena kembali bermain dalam film yang disutradari oleh Hanung Bramantyo. Natasha mengatakan, kemampuan beraktingnya semakin baik di film  Jomblo,  yang disutradarai Hanung Bramantyo.

Baca: Daur Ulang Film Jomblo, Deva Mahenra: Pasti Dibandingkan

"Senangnya adalah aku jadi pemain yang pinter dan jadi lebih banyak inisiatif, improvisasi dalam berakting," kata Natasha di kantor Falcon Pictures, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin, 18 September 2017.

Natasha menuturkan, film Jomblo versi terbaru (reboot) adalah film keduanya yang disutradarai Hanung. Sementara film pertama adalah Hijab. Natasha mengaku respons Hanung terhadap aktingnya di Jomblo reboot berbeda dengan Hijab.

Saat syuting Hijab, lanjut Natasha, Hanung tampak lebih galak. Maksudnya, Hanung beberapa kali melontarkan omelan ke Natasha. Namun di Jomblo reboot, tak satu pun omelan yang ditujukan bagi Natasha.

Saat Natasha bertanya mengapa sikap Hanung berbeda, jawabnya, "Iya enggak apa-apa. Lo emang harus gue tatar dulu kemaren, kalau sekarang udah aman lo."

Menurut Natasha, Hanung geram bila pemain tak paham maksud arahannya. Misalnya, pemain A tetap melakukan kesalahan akting yang sama, padahal Hanung telah beberapa kali memberi pengarahan. Tak hanya itu, Hanung ingin pemain dalam filmnya berakting natural, apa adanya, dan tidak berlebihan.

"Jadi menurut dia (Hanung), (akting) enggak usah dibuat-buat, enggak usah sok dibagus-bagusin, yang penting lo ngerti apa yang mas Hanung bilang," tutur istri aktor Deddy Mahendra Desta ini.

Natasha mengaku sulit mendapat kepercayaan dari rumah produksi film milik Hanung, Dapur Film. Ia bahkan harus bolak-balik casting sebanyak lima kali hingga akhirnya berkesempatan bermain dalam film yang diproduksi Dapur Film. Meski begitu, Natasha memperoleh pengalaman yang membuat dirinya banyak belajar di dunia akting.

"Jadi kayak susah banget sih nih gue dapet filmnya mas Hanung. Pas sekalinya dapet, wah gila sih, abis gue dicaci maki," ucap Natasha Rizki.

LANI DIANA

Banyak Pilihan, Acha Septriasa Belum Putuskan Nama Resmi Bayi

Seleb, Jakarta -Acha Septriasa melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin perempuan dengan berat 3,22 kilogram melalui persalinan normal. Ada beberapa pilihan nama yang sudah disiapkan Acha bersama suaminya, Vicky Kharisma. Selain itu rupanya ada beberapa usulan nama juga muncul dari anggota keluarga yang lain. Hal itu membuat hingga saat ini si bayi belum diberi nama.

"Vicky kasih nama, kakeknya kasih nama, yang dipilih apa, belum confirm," ujar Rita Emza, ibunda Acha, saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu 20 September 2017.

Menurut Ibunda Acha Septriasa, pihak keluarga akan membicarakan lagi tentang penentuan nama anak pertama Acha dan Vicky tersebut.

Sementara ini, Acha dan bayinya masih berada Royal Hospital for Woman Sydney, Australia untuk pemulihan setelah melahirkan. Rita mengatakan, Acha Septriasa dan bayinya saat ini dalam kondisi sehat dan diperbolehkan segera pulang ke rumah.

Acha Septriasa melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin perempuan di Royal Hospital for Woman Sydney, Australia. Acha melahirkan lewat proses normal, dan saat ini dalam kondisi sehat, begitu juga dengan sang anak. Jika tidak ada masalah, Acha Septriasa berniat pulang dari rumah sakit pada Kamis 21 September 2017.

TABLOIDBINTANG.COM

Pengabdi Setan Diundang ke Hawaii International Film Festival

Seleb, Jakarta -Film Pengabdi Setan diundang dalam ajang Hawai International Film Festival pada November mendatang. “Pengabdi Setan diundang ke ajang  Hawaii Film Festival ke-37 pada November mendatang," ujar Min Yooin selaku perwakilan dari CJ Entertainmen Korea di Jakarta, Rabu, 20 September 2017. 

Ia menambahkan ajang film festival ini merupakan wadah yang tepat untuk mengenalkan film-film berkualitas Asia di Mancanegara. 

Menurut Min Yooin, film Pengabdi Setan merupakan film Indonesia yang spesial karena menarik perhatian para penonton luar negeri termasuk para pihak produksi. Belum lagi menurutnya sosok Joko Anwar sebagai sutradara yang sudah dikenal di mancanegara.

Selain itu, ada penonton luar negeri yang mengetahui film original Pengabdi Setan pada tahun 80-an. Menurutnya, film sekte klasik tersebut memiliki penggemarnya sendiri di mancanegara.

Rasa penasaran tersebut membuat beberapa negara meminta untuk film terbaru Pengabdi Setan ditayangkan di luar negeri. Sampai saat ini, Min Yooin mengatakan sudah tiga negara yang telah membeli film terbaru Pengabdi Setan untuk ditayangkan di negara mereka. Namun, Min Yooin belum bisa memberi tahu negara mana saja yang telah melakukan kesepakatan tersebut. 

Dalam film terbaru Pengabdi Setan Rapi Film menggandeng CJ Entertaiment dari Korea untuk menjual film ini di mancanegara. “Karena film asli ‘Pengabdi Setan’ tahun 1982 kami telah menjual di beberapa negara dan mereka yakin ini film bisa laku di luar negeri,” ujar Gope T. Samtani selaku produser dari Rapi Film. 

 

 AMMY HETHARIA

Rini Wuladari Rilis Album The Best dari Dua Album Sebelumnya

Seleb, Jakarta -Rini Wulandari meluncurkan album terbarunya berjudul ‘I Am Independent’ setelah hampir dua tahun sejak album ketiganya ‘Independent Part 2’ pada tahun 2015. “Memang penggabungan dari album kedua dan ketiga, jadi ini best of the best dari album kedua dan ketiga,” ujar Rini usai peluncuran album terbarunya di Texas Fried Chicken, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 20 September 2017.

Rini menambahkan dalam album keempatnya ini ada lagu berjudul Cintai Aku yang diaransemen ulang dengan orkestrasi langsung. Lalu lagu  Let’s Get Serious yang diberi sentuhan remix oleh Dimas Akira.

Untuk lagu Let’s Get Serious, wanita kelahiran tahun 1990 ini mengatakan remix yang dilakukan oleh Dimas Akira membuat lagunya menjadi lebih enak dan nuansa yang berbeda. “Versi yang sebelumnya lebih dark, kalau ini ada sisi darknya juga ada sisi tropicalnya jadi seru sih,” ujar Rini.

Album ini memakan proses lebih dari satu tahun karena kegiatan Rini yang padat. Aktivitas manggung Rini bersama Soundwave rupanya memang sedang padat-padatnya. Disela padatnya agenda bersama Soundwave, Rini menyempatkan waktu untuk rekaman album terbarunya ini. “Tapi kalau disempetin waktu rekaman juga dilihat kondisi badan juga terutama kondisi suara juga,” tutur Rini.

Ia mengatakan apabila suaranya sedang serak maka rekaman pun harus diundur karena tidak memungkinkan untuk rekaman. Belum lagi setahun belakangan  Rini sempat sibuk mempersiapkan pernikahannya.

Album ‘I Am Independent’ diproduseri oleh GP Records yang berisi 12 lagu. Dalam album keempatnya ini, lagu-lagu Rini Wulandari dikemas dalam sound electronik tetapi tetap dengan nuansa RnB. "Aku masih dengan gaya bernyanyi yang sama. Aku memang pengusung lagu-lagu (pop) RnB. Tapi, lagu-lagu di album ini aku ekspor lagi lebih luas," ujar Rini.

 

AMMY HETHARIA

Keluarga Kardashian Kembali untuk Musim Ke-14

Seleb, Keluarga Kardashian akan kembali menyapa khalayak pada 2 Oktober 2017 pukul 20.00 WIB. Mereka akan kembali membintangi acara realitas Keeping Up with Kardashians untuk musim ke empatbelas.

Keluarga ini akan berbagi momen-momen yang menyenangkan dan seru. Mulai dari berkemah di halaman belakang rumah, mencicipi anggur di Santa Barbara, hingga jalan-jalan ke Meksiko untuk persiapan perayaan ulang tahun.

Keluarga ini bertekad untuk kembali ke prinsip hidup mereka. Namun, bukan berarti tak ada tantangan dan kesulitan.

Kim mempertimbangkan untuk menghilang dari sorotan publik. Dia ingin fokus pada keluarganya pasca-kejadian traumatis di Paris. Sementara hubungan Khloe dengan Tristan memanas. Khloe gelisah tentang bagaimana mengatur dua kehidupannya.

Kourtney terbebani oleh bagaimana menikmati kehidupan lajangnya dengan tenang sambil mengasuh anak bersama Scott. Sementara Kendall merasa dirinya di bawah tekanan yang berat saat menghadai sorotan publik. Apapun yang akan terjadi, mereka tetap bersama menghadapi perjalanan yang tidak terduga.

Jeff Olde Wakil Presiden Eksekutif dari Divisi Program dan Pengembangan di E! melalui siaran persnya mengatakan, sejak sepuluh tahun lalu saat acara ini lahir, penonton telah menyaksikan keluarga ini tumbuh, berkembang, dan menjadi bagian penting dari pop kultur masa kini.

Penonton disuguhi momen perpisahan, perbaikan hubungan, pernikahan, kelahiran, dan semua drama di dalamnya. "Dalam merayakan satu dekade tayangan tentang keluarga ini, kami sangat berterima kasih kepada seluuruh penggemar di seluruh belahan dunia yang sudah mengikuti acara ini sejak awal," kata dia.

Acara Keeping Up with Kardashians berawal dari serial dokumenter. Acara ini pernah membuat edisi spesial saat usianya mencapai 10 tahun, pada 25 September 2017. Pemandu acara, dan produser eksekutif serial ini, Ryan Seacrest duduk bersama Kris, Kim, Khloe, Kourtney, Kendall, dan Kylie. Mereka mengingat-ingat kembali kejadian-kejadian paling tidak terlupakan dalam hidup mereka.

 

IKA SURYANI SYARIEF

Joko Anwar Jaga Esensi Keseraman dalam Film Pengabdi Setan  

Seleb, Jakarta - Sutradara film Pengabdi Setan, Joko Anwar, mengedepankan karakter para pemain untuk menjaga suasana mengerikan dalam filmnya tersebut. “Aku percaya film apa pun itu, termasuk film horor, kalau karakternya tidak menarik, orang tidak akan tertarik,” katanya di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Rabu, 20 September 2017.

Menurutnya, apabila terdapat adegan horor yang secara intens dari awal sampai akhir, tapi penonton tidak tertarik dengan karakter dalam film itu, tidak akan memunculkan rasa ngeri. “Jadi aku percaya kengerian itu terjadi kalau penonton khawatir karakternya dalam bahaya,” ujar pria kelahiran Medan tersebut.

Karena itu, sejak awal penggarapan film ini, dia mengaku menggali karakter-karakter yang diperankan para pemain. “Sebenarnya, yang kita jaga karakter-karakternya, sih, ketimbang adegan filmnya,” ucapnya.

Selain itu, untuk menjaga esensi seram dalam film, Joko meminimalisasi jumlah kru dan pemain di lokasi syuting. Tidak semua kru ada di dalam lokasi syuting. “Jadi, kalau adegan Tara Basro sama bapaknya, ya, kita keep it to the minimal,” tuturnya.

Hal itu bertujuan agar setiap aktor dapat menghayati suasana yang dimainkannya dalam film tersebut. “Dan kita syutingnya untuk film ini urut, ya, jadi dari scene pertama sampai terakhir kita ikutin gitu. Kronologis. Supaya mereka bisa menghayati juga,” kata Joko Anwar.

AMMY HETHARIA

Korea Festival Travel, Food and Hanbok Kembali Digelar

Seleb, Jakarta -Korea Tourism Organization Jakarta kembali menyelenggarakan festival budaya dan pariwisata Korea Festival Travel, Food and Hanbok di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, selama 21-24 September 2017.

September ini menjadi bulan yang penuh dengan festival-festival Korea Selatan, yang meliputi konser Music Bank yang menampilkan grup seperti EXO hingga kedatangan Eunhyuk dan Donghae dari Super Junior.

Duta Besar Korea Selatan Cho Tae-yong menjamin festival kali ini akan menarik bagi para pencinta budaya Negeri Ginseng. "Mari datang dan nikmati," kata Cho Tae-yong saat membuka acara Korea Festival Travel, Food and Hanbok.

Dia menegaskan bahwa ketertarikan budaya ini berjalan dua arah. Budaya populer Korea Selatan dikenal di Indonesia. Indonesia dengan tempat-tempat wisata favorit seperti Bali, Lombok dan Ambon juga dikenal warga Korea Selatan.

"Kita berteman, kita bersatu," kata Duta Besar yang sudah hafal Pancasila dan 18 lagu berbahasa Indonesia itu.

Festival kali ini menampilkan School of Performing Arts Seoul, serta penyanyi Indonesia Rizky Febian, Calvin Jeremy, Adera, Wizzy Williana.

Ada juga peragaan busana hanbok, pakaian tradisional Korea; serta pertunjukan non-verbal The Painters: Hero, yang memadukan seni dengan media teknologi mutakhir di mana para pelukis tampil dengan gaya komedi pantomim lengkap dengan koreografi.

Pengunjung juga bisa melihat demonstrasi tata rias khas Korea dari pemerintah metropolitan Daejeon, serta pertunjukan alat musik perkusi tradisional Korea Samulnori dari tim BUSAN National Academy of Korean Traditional Music .

Selain itu, pengunjung bisa melihat pertunjukan seni bela diri taekwondo, kompetisi dance K-pop, pameran pariwisata Korea dan pameran produk makanan agro Korea-Indonesia seperti mi instan, tokpoki, es krim, bumbu, minuman hingga rumput laut.

ANTARA

Cara Tara Basro Bangun Karakter di Film Pengabdi Setan

Seleb, Jakarta -Aktris Tara Basro mengatakan yang membuat film Pengabdi Setan lebih menarik karena sutradara Joko Anwar yang sangat memperhatikan detail karakter dalam film tersebut. "Ibaratnya lo kayak nonton keluarga lo sendiri lagi ketakutan,” tutur Tara Basro di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu, 20 September 2017.

Tara Basro mengaku mengalami kesulitan dalam film horor keduanya ini. Kali ini ia harus membangun chemistry dengan dua aktor cilik pemeran adik-adiknya. “Gue sangat terkesima dengan kemampuan mereka untuk bisa adaptasi dengan lingkungan baru, orang-orang baru, dan mereka bener-bener  aktingnya bagus banget sih,” kata Tara.

Memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk proses pendalaman karakter para pemain Pengabdi Setan. “Kami melakukan banyak kegiatan bukan hanya membaca naskah tapi juga kegiatan di luar script yang mereka lakukan bersama, jadi mereka seperti kakak adik yang beneran,” lanjutnya.

Pross pencarian pemain menurut Joko juga bukan hal mudah. Joko pun sampai menyeleksi Tara hingga dua kali sampai bisa yakin bahwa Tara sosok yang pas untuk perankan tokoh Rini.  Joko juga butuh waktu lama mencari para pemain.

Joko Anwar dan tim produksi menyeleksi puluhan orang untuk tiap karakter, hingga akhirnya muncul nama-nama seperti Tara Basro, Dimas Aditya, Bront Palarae, Endy Arfian, Nasar Annuz, M. Adhiyat, Ayu Laksmi, Elly Luthan, Arswendy Bening Swara, Egy Fedly, Fachri Albar dan Asmara Abigail. Film Pengabdi Setan akan tayang di seluruh biokop Indonesia pada 28 September mendatang. Selain di Indonesia, film ini juga akan tayang di Malaysia pada 23 November 2017.

 


AMMY HETHARIA, AISHA

Rabu, 20 September 2017

Pengabdi Setan yang Tak Hilang di Era Milenial

Seleb, Jakarta -Joko Anwar meniupkan nafas baru ke "Pengabdi Setan", film horor tahun 1980 karya Sisworo Gautama Putra yang fenomenal di masanya. Butuh waktu sampai sepuluh tahun untuk mewujudkan keinginan Joko membuat kembali film lawas itu.

"Pengabdi Setan adalah salah satu film yang bikin saya ingin jadi filmmaker," ungkap Joko mengenai alasannya menghidupkan kembali "Pengabdi Setan".

Baca: Joko Anwar Wujudkan Mimpi Lewat Pengabdi Setan

Film reboot ini masih mempertahankan latar tahun 1980-an, ketika telepon genggam belum ada, sandiwara radio masih jadi hiburan dan sumur masih lazim ada di kamar mandi.

Plot dan karakternya tidak sama persis, tapi adegan-adegan tak terlupakan dari film 37 tahun lalu muncul lagi, tentu dalam versi lebih menakutkan untuk penonton masa kini.  Terselip juga sedikit kelucuan dari akting menggemaskan dua aktor muda, yang setidaknya bisa membuat penonton punya waktu untuk ambil nafas sebelum kembali diliputi rasa takut.

Joko juga mempertahankan gaya film horor lawas yang mengandalkan riasan organik tanpa sentuhan efek digital demi memberikan rasa lebih mencekam.

"Kalau pakai CGI tidak terasa real danger, jadi kurang menyeramkan," kata Joko usai penayangan perdana "Pengabdi Setan" di Jakarta, Rabu, 20 September 2017.

Film Pengabdi Setan menghadirkan kengerian anak-anak yang dihantui oleh mendiang ibunya, dibuat selama 18 hari di sebuah rumah di Pengalengan, Jawa Barat.  Rumah tua yang terlihat angker itu ditemukan setelah tiga bulan pencarian tempat untuk mengeksekusi skenario yang sejak lama ada di kepala Joko Anwar.

Kebetulan, denah rumah itu benar-benar sesuai dengan skrip yang sudah disiapkan Joko. Karena kondisinya sudah reyot, renovasi lebih dulu dilakukan pada rumah tak berpenghuni itu agar bisa menjadi lokasi syuting.

Tak hanya sulit mencari lokasi syuting yang cocok, Joko juga butuh waktu lama mencari pemain utama.  Tim produksi menyeleksi puluhan orang untuk tiap karakter, hingga akhirnya muncul nama-nama seperti Tara Basro, Dimas Aditya, Bront Palarae, Endy Arfian, Nasar Annuz, M. Adhiyat, Ayu Laksmi, Elly Luthan, Arswendy Bening Swara, Egy Fedly, Fachri Albar dan Asmara Abigail.

Demi menjaga atmosfer seram bagi para pemain, proses syuting hanya dilakukan dalam belasan hari. Pengambilan gambar pun dilakukan secara kronologis, dari awal hingga akhir untuk menjaga konsistensi emosi setiap karakter.

Saat pengambilan gambar, Joko Anwar juga meminimalkan jumlah kru di lokasi syuting agar para pemain bisa menghayati suasana mencekam. "Saya ingin pemain mengalami cerita kayak kejadiannya," katanya tentang proses pembuatan "Pengabdi Setan. Film ini mulai tayang di bioskop Tanah Air mulai 28 September 2017.

 

ANTARA

Main di Pengabdi Setan, tara Basro Berpikir 1000 Kali

Seleb, Jakarta -Tara Basro kembali digandeng sutradara Joko Anwar untuk membintangi film horor Pengabdi Setan yang akan tayang di bioskop mulai 28 September 2017.

Usai pemutaran perdana Pengabdi Setan, Tara Basro mengungkapkan, dirinya sempat berpikir panjang saat mendapat tawaran itu. Namun setelah mempelajari skenario yang dibuat Joko Anwar, Tara Basro mengaku tertarik. Pemain film A Copy of My Mind itu pun memberanikan diri meskipun tak suka film horor.

"Gue penakut soalnya. Gue mikir 1.000 kali. Tapi naskahnya bagus banget. Akhirnya gue memberanikan diri saja. Horor gue sebelumnya enggak kayak gini. Ini lebih seram," ungkap Tara Basro usai press screening Pengabdi Setan di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 20 September 2017.

Dalam film produksi Rapi Film tersebut, Tara Basro berperan sebagai Rini, anak pertama dari orang tua pemuja setan. "Rini ini ibaratnya dia yang take care ibunya yang sudah lama sakit-sakitan, role sebagai ibu beralih ke Rini. Tanggung jawab adik-adik dan bapaknya ada pada dirinya," tutur Tara Basro.

Dalam melakoni perannya, Tara Basro mengaku sangat mendalami karakter. Bahkan, saat proses syuting Tara merasa takut yang sebenarnya. "Gue menghayati banget. Karena ketakutan benaran, gue benaran ketakutan," ujar Tara Basro.

 

TABLOIDBINTANG.COM

Kimberly Ryder Galang Dana untuk Anak Pengidap Tumor

Seleb, Jakarta -Aktris Kimberly Ryder menjenguk seorang anak yang mengidap tumor abdomen bernama Handayani, sepulang liburan dari Benua Biru Eropa. "Handayani adalah salah satu pasien dampingan Komunitas Taufan yang tengah berjuang melawan sakitnya," Marketing Manajer Kitabisa.com, Siti Desiree, melalui keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dia menyampaikan, bukan tanpa alasan Kimberly Ryder menyempatkan diri bertemu Handayani. Menurutnya, Kimberly ingin segera menyalurkan amanah dari para fans yang telah memberikan donasi sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-24 pada 6 Agustus lalu.

Aktris berdarah Minang-Makassar-Inggris ini memilih menyalurkan sendiri donasi tersebut dan bertemu langsung dengan Handayani di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Pertemuan Kimberly dengan Handayani ternyata memberi kesan yang mendalam bagi Kimberly, yang ia ungkapkan dalam akun Instagramnya.

​​Pulang dari Eropa, Kimberly Ryder jenguk pengidap tumor cilik

“Thank you banget untuk para donatur untuk hadiah ulang tahun yang sangat indah. Aku berharap dengan donasi dari kalian, kita bisa membantu Handayani agar hidupnya lebih baik. Kemarin sudah bertemu langsung dengan Handayani (yang malu sama kamera) dan donasi dari kalian sudah di salurkan kpdnya lewat @komunitastaufan. Untuk update kelanjutan dari campaign ini, bisa dicek di www.kitabisa.com/ultahkimberly. Sekali lagi, thank you everyone!,” tulis Kimberly.

Hadiah ulang tahun dalam bentuk donasi yang dilakukan Kimberly Ryder pada laman Kitabisa.com/ultahkimberly sendiri berhasil mengumpulkan Rp 9.240.081 dari 22 orang donatur. Hasil donasi nantinya akan disalurkan melalui Yayasan Komunitas Taufan dan dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kehidupan Handayani.

 

 ANTARA

Film Turah Wakili Indonesia di Ajang Piala Oscar

Seleb, Jakarta - Setelah pembentukan komite seleksi Film Sutradara Perempuan Indonesia Main di Festival Film Toronto

Lewat selembar surat keputusan yang disetujui oleh 13 komite seleksi, pada Selasa, 19 September 2017, Christine mengumumkan film Turah  garapan Rumah Produksi Fourcolours Films yang akan mewakili Indonesia di ajang Piala Oscar.

Turah merupakan film garapan sutradara Wicaksono Wisnu Legowo yang diproduseri Ifa Isfansyah dan tayang di bioskop pada 16 Agustus 2017. Film ini bercerita tentang kerasnya persaingan hidup dari orang-orang kalah di Kampung Tirang, Tegal, Jawa Tengah.

Dalam konferensi pers Christine mengatakan, selama proses penyeleksian, komite membuat analisa dan referensi yang akhirnya menjadi acuan pemilihan film yang akan mewakili Indonesia. Terdapat 130 lebih film yang akhirnya dikerucutkan menjadi satu.
"Kami mendiskusikan mana film yang bisa menarik perhatian komite seleksi di sana," katanya.

Menurut Christine, film Turah sangat luar biasa. Salah satu yang menjadi kekuatan film tersebut, tambahnya, kejujuran dan kesederhanaan. "Tema dan penggarapan film ini jujur sekali. Menyampaikan kejujuran dan pesannya kuat skali. Film ini bicara tentang kejujuran di antara kemunafikan orang," katanya.

BISNIS