Metro, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menuturkan, empat anggota polisi masih dirawat akibat insiden bentrokan dengan massa pengepung kantor gedung YLBHI atau Yayasan Bantuan Hukum Indonesia pada Ahad malam, 17 September 2017.

"Tadi saya dengan Wakapolda ke RS Kramat Jati, masiha ada empat anggota dirawat," kata Argo di Polda Metro Jaya pada Rabu, 20 Sepember 2017.

Argo menjelaskan, mereka dirawat karena mengalami luka cukup serius akibat lemparan batu dari para pengunjuk rasa. Kebanyakan para anggota kepolisian tersebut mengalami luka robek di dahi dengan 3 hingga 5 jahitan.

Menurut Argo, empat polisi yang dirawat inap akan kembali bertugas jika sudah ada rekomendasi dari dokter. Selain mereka, sekitar 15 polisi yang mengalami luka gores dan memar.

Polisi terlibat bentrok dengan massa yang mengepung kantor YLBHI akibat serbuan massa atas acara seni yang diadakan LBH Jakarta. Pengepungan terjadi pada Ahad malam hingga Senin dini hari, 18 September 2017. Para pengunjuk rasa mulanya ingin memaksa masuk ke kantor LBH Jakarta karena menganggap sedang ada kegiatan menghidupkan PKI.

Polisi mengumumkan bahwa kegiatan itu tidak ada hubungannya dengan yang dituduhkan. Namun, massa semakin bertambah marah dan berujung bentrok dengan aparat. Akibatnya, sekitar 19 polisi luka-luka dan kerusakan pada fasilitas umum di sekitar kantor YLBHI.

FRISKI RIANA