Nasional, Samarinda - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romy) setuju jika film Penumpasan Pengkhianatan Menhan Soal Tragedi 1965: Sudah Diam Semua, Tutup Buku Buat Baru
Terkait adanya rencana untuk pelaksanaan nonton bersama film G30S, Romy mengatakan PPP menghormati pihak-pihak yang merasa perlu pemutaran film itu untuk menghidupkan memori sejarah kembali.
“Prinsip kita adalah sebagai bangsa, kita jangan lupa akan sejarah sebuah pengkhianatan dilakukan PKI. Di sisi lain, jika ada fakta baru, silakan diadopsi fakta baru itu (film G 30S) menjadi materi yang lebih sempurna. Yang lebih bisa diterima oleh bagi generasi milineal yang tak tahu apa-apa,” kata Romy.
Menurut Romy, saat ini komunisme internasional masih hidup meski sudah mengalami kebangkrutan dan telah alami transformasi system ekonomi. “Satu-satunya rezim komunis yang cukup besar hari ini adalah Cina. Namun, hari ini mengalami transformasi kapitalisme,” kata Romy.
Pada Senin lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan agar film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI diperbaharui. Usul tersebut disampaikan agar film G30S/PKI dapat dipahami generasi muda.
SAPRI MAULANA