Dunia, Jakarta -Menteri Luar Negeri Pidato Perdana di PBB, Donal Trump Ancam Korea Utara

"Ada pepatah yang mengatakan:" Anjing menggonggong kafilah berlalu. Jika Trump sedang memikirkan menakuti kita dengan menggonggong, maka dia jelas sedang bermimpi," kata Ri di depan sebuah hotel di dekat markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Seperti yang dilansir Reuters pada 21 September 2017, Ri dijadwalkan untuk membuat pidato PBB pada hari Jumat, 22 September 2017.

Komentar Ri itu adalah reaksi resmi pertama Korea Utara setelah Trump mengeluarkan peringatan kerasnya kepada Pyongyang dalam pidatonya perdananya di hadapan 193 negara anggota PBB.

Baca: PBB Hukum Korea Utara, Trump: Itu Belum Seberapa

Trump juga mengecam sejumlah negara yang ternyata tidak hanya berdagang dengan Korea Utara tetapi juga mendukung dan membiayai negara tersebut. “Ini kebiadaban,” ujarnya. Sebab tidak ada satu orang pun di dunia yang menginginkan negaranya seperti Korea Utara memiliki persenjataan nuklir dan misil.

Dalam pidatonya Trump menyebut Presiden Korea Utara Kim Jong Un sebagai “manusia roket yang menjalani misi bunuh diri”. Sebab, dia tidak akan bisa bertahan melawan serangan Amerika Serikat.

Meskipun mampu menumpas Korea Utara, Trump berharap negaranya tidak perlu menggunakan kekuatan militer. Dia yakin PBB mampu melakukan tindakan terhadap Korea Utara. “Denuklirisasi (Korea Utara) adalah satu-satunya harapan yang bisa diterima,” ujarnya.

Baca: Trump: Serangan Amerika ke Korea Utara Hari Terburuk bagi Asia

Sebelumnya Donald Trump juga berharap kekuatan militer tidak digunakan terhadap Korea Utara. Jika itu dilakukan, dia yakin negara-negara di Asia akan terkena imbas serangan. “Akan menjadi hari terburuk bagi warga Asia," kata Trump di Gedung Putih pada Kamis, 7 September 2017.

Sedangkan Korea Selatan mengatakan peringatan Trump kepada Korea Utara yang disampaikan di Majelis Umum PBB tegas dan spesifik.




REUTERS|YON DEMA