http://go.oclasrv.com/afu.php?zoneid=1387600

Aktual

Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 September 2017

Perang Nuklir oleh Korea Utara? Ini Bahan Dapur Anti Radiasi

Dunia, Jakarta - Uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara Siap Luncurkan Bom Hidrogen ke Samudera Pasifik

Namun sebelum menggunakan bahan-bahan berikut, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter untuk mendapatkan penjelasan terbaik.

Bahan pertama adalah baking soda. Bahan yang biasanya digunakan untuk membuat kue ini mengandung sodium bicarbonate yang dapat menghilangkan bahan radioaktif dari dalam tubuh. Baking soda juga digunakan dalam proses operasi dan proses pengobatan kanker untuk melawan infeksi jamur.

Baca: Cerita Pembelot Korea Utara tentang Kengerian Kim Jong-un

Bagi seseorang yang terkena paparan radiasi parah, gunakan dua sampai tiga kotak baking soda untuk mandi. Bisa juga dicampurkan dengan garam epsom dan tanah liat. Selain digunakan mandi, baking soda juga dapat diminum untuk menghilangkan radiasi dari dalam tubuh.

Bahan kedua adalah garam laut. Garam laut mengandung begitu banyak mineral. Gunakan garam yang dibuat alami dari air laut bukan produksi pabrik. Seperti baking soda, gunakan garam sebagai tambahan dalam air mandi.  Campurkan setengah kilogram garam dengan air mandi secukupnya. Atau bisa juga menambahkan baking soda ke dalamnya.

Gunakan campuran tersebut untuk mandi setiap dua atau tiga hari sekali. Namun jika paparan radiasi terjadi setiap hari dalam intensitas yang tinggi, gunakan campuran tersebut untuk berendam selama sepuluh asampai lima belas menit setiap hari.

Meski dampak radiasi, misalnya dari ledakan bom nuklir Korea Utara, dapat diminimalisir dengan bahan – bahan itu, alangkah lebih baik jika perang nuklir dapat dihindari, mengingat peperangan bukanlah hal yang diinginkan oleh semua negara di dunia.

 

HELLADELICIOUS | SAFEPROTECTION | KISTIN SEPTIYANI

Khawatir Korea Utara, Begini Ngerinya Area Uji Coba Nuklir Sovyet

Dunia, Jakarta - Ancaman perang nuklir yang dipicu permusuhan antara Korea Utara dan Amerika Serikat saat ini mengingatkan pada Perang Dingin yang memicu Uni Sovyet melakukan uji coba bom nuklirnya di tempat sangat rahasia untuk menghadapi Amerika Serikat.

Lokasi uji coba bom nuklir Uni Sovyet kini menjadi situs yang menggambarkan bencana lingkungan dan kemanusiaan yang belum bisa dipulihkan. Sementara Perang Dingin dan perlombaan senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Uni Soviet tidak pernah berubah menjadi perang nuklir.

Baca: CIA Jamin Tak Ada Perang dengan Korea Utara

Tempat uji coba bom nuklir Uni Soviet di timur Kazakhstan meninggalkan jejak radiasi, puing kimia, dan warga yang keracunan. Kawasan ini sangat dirahasiakan dan dijaga ketat Uni Soviet, sampai keruntuhannya pada tahun 1991.

Begini Akibatnya jika Perang Nuklir Korea Utara dan AS Terjadi 

Kurchatov juga merupakan kota "sains", dibangun oleh buruh gulag dan dinamai mengikuti nama fisikawan Rusia yang bertugas memproduksi bom atom. Pada masa jayanya, populasi kota itu lebih dari 20 ribu orang, terdiri dari ilmuwan, insinyur, fisikawan, personil militer dan mereka yang bekerja di fasilitas nuklir. Itu adalah salah satu tempat paling tertutup di Uni Soviet.

Amerika dan Jepang Yakini Korea Utara Buat Hulu Ledak Nuklir 

Uni Soviet tidak pernah memberi tahu warga terdekat tes nuklir atau potensi paparan radiasi. Sebaliknya, para ilmuwan diam-diam mengamati efek radiasi pada orang-orang di daerah tersebut. Sampai hari ini, area di dekat Polygon memiliki tingkat terjadinya kanker tertinggi di dunia.

Meskipun situs ditutup pada tahun 1992, sejumlah besar bahan radioaktif masih tertinggal, bahkan hampir tidak dijaga sama sekali. Selama 17 tahun, ilmuwan Kazakh, Rusia, dan Amerika menyelesaikan operasi senilai US$ 150 juta untuk mengamankan materi itu.

Sebelumnya, air dari Danau Chagan itu dialihkan untuk pengairan budidaya kapas dan tanaman lainnya. Namun, proyek itu gagal, karena sebagian besar air penuh dengan garam dan bahan kimia beracun.

Kini Danau Atomic atau Chagan telah menjadi tempat wisata di negara bekas pecahan Uni Sovyet. Terlepas dari airnya yang berbahaya akibat uji coba bom nuklir Uni Sovyet, danau itu memang terlihat sangat indah. Beberapa orang miskin tinggal di dalam Polygon, menggiring domba, dan beberapa penduduk lokal bahkan berenang di Danau Atomic berbaya yang tidak sehat tersebut.
MIRROR|BUSINESS INSIDER|YON DEMA

PM Bangladesh Desak PBB Bentuk Zona Aman Rohingya di Myanmar

Dunia, Jakarta - Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, mengusulkan pembentukan sebuah zona aman yang diawasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Myanmar untuk melindungi etnis muslim Tenda Bantuan Indonesia untuk Rohingya Telah Dipasang

Hasina menuduh pemerintah Myanmar mamasang ranjau di perbatasan kedua negara untuk mencegah warga Rohingya kembali dari pengungsian. Dia pun meminta PBB segera mengambil langkah untuk menemukan solusi atas krisis kemanusiaan ini.

Perdana Menteri Bangladesh ini menetapkan lima poin rencana yang dapat digunakan untuk perlindungan etnis Rohingya di zona aman, yang dapat dibentuk di Myanmar di bawah pengawasan PBB”.

Baca: Dua Hercules Pembawa Bantuan untuk Rohingya Tiba di Myanmar

Hasina juga menyatakan militer Myanmar harus menghentikan tindak kekerasan dan praktek pembersihan etnis terhadap warga etnis Rohingya yang sedang terjadi. Dia juga meminta pemerintah Myanmar mengijinkan misi pencari fakta PBB, menjamin proses kembalinya para pengungsi, dan mematuhi rekomendasi kewarganegaraan etnis Rohingya.

Pembentukan “zona aman” untuk warga Rohingya di Myanmar akan membutuhkan persetujuan dari Dewan Keamanan, dimana Cina yang sebelumnya menjadi pendukung kuat junta militer Myanmar, memiliki hak veto.

Sekitar 1,1 juta warga etnis Rohingya menderita dikriminasi di Myanmar. Pemerintah Myanmar menolak status kewarganegaraan etnis Rohingya meskipun mereka telah mendiami negara bagian Rakhine, Myanmar, sejak ratusan tahun yang lalu. Lebih dari 420.000 etnis Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh dalalm sebulan terakhir untuk menghindari kekerasan dari militer Myanmar dan kelompok milisi Buddha ultranasionalis.

 

CHANNEL NEWSASIA | DWI NUR SANTI

Kamis, 21 September 2017

Saling Ejek, Giliran Kim Jong-un Tuding Donald Trump Sakit Jiwa

Dunia, Jakarta - Pemimpin Korea Utara, Cerita Pembelot Korea Utara tentang Kengerian Kim Jong-un 

Kim Jong-un pada Jumat, 22 September 2017, mengatakan Trump tidak layak untuk memegang hak preogratif komando tertinggi dari sebuah negara. Dia juga menggambarkan Trump sebagai sosok nakal dan gangster yang suka bermain api.

Kim Jong-un mencirikan pidato perdana Trump di hadapan 193 negara anggota PBB sebagai perilaku sakit jiwa atau gila.

"Saya sekarang berpikir keras tentang respons apa yang dia inginkan saat melontarkan kata-kata eksentrik semacam itu," kata Kim Jong-un, seperti yang dilansir CNN pada 22 September 2017. "Saya pasti akan menjinakkan orang tua (Trump) yang sakit mental dengan api."

Baca: Korea Utara Ancam Bumi Hanguskan AS dan Tenggelamkan Jepang

Kim Dong-yub, mantan pejabat militer Korea Selatan yang sekarang menjadi analis di Institute for Far Eastern Studies Seoul, mengatakan, Kim Jong Un mengindikasikan bahwa Korea Utara akan menanggapi Trump dengan uji coba rudalnya yang paling agresif. Termasuk mungkin menembaki rudal balistik antarbenua Hwasong-14 di atas Jepang dengan jarak tempuh sekitar 4.349 mil untuk menampilkan kemampuan mencapai Hawaii atau Alaska.

Dalam beberapa bulan terakhir, Korea Utara meluncurkan sepasang rudal balistik antar benua atau ICBM yang mampu menyerang daratan Amerika Serikat dan sepasang rudal jarak menengah yang terbang di atas wilayah Jepang.

Awal bulan ini, Korea Utara melakukan uji coba nuklir keenam dan paling kuat sampai saat ini yang memicu sanksi baru Dewan Keamanan PBB yang lebih tegas. Kim Jong-un mengabaikan sanksi baru yang dianggap terberat dibandingkan dengan resolusi-resolusi sebelumnya. 
FOX NEWS|CNN|YON DEMA

loading...

Truk Palang Merah Bawa Bantuan untuk Rohingya Terbalik, 9 Tewas

Dunia, Jakarta -Sebuah truk Palang Merah Internasional yang membawa bantuan untuk pengungsi etnis minoritas muslim Ratusan Orang Blokir Bantuan Palang Merah untuk Rohingya



Selain 9 korban tewas, sedikitnya 10 orang terluka. Korban utamanya adalah buruh yang mendistribusikan bantuan.

Peristiwa kecelakaan ini terjadi hanya beberapa jam setelah truk Palang Merah Internasional yang membawa bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Rakhine dihadang ratusan orang agar tidak masuk ke lokasi pengungsi.

Pejabat Palang Merah Internasional mengatakan truk tersebut membawa makanan dan perlengkapan lainnya kepada Muslim Rohingya yang terdampar di antara perbatasan Myanmar dan Bangladesh di Nykhongchhari.

Baca: Musim Hujan, Tentara Bangladesh Bantu Pengungsi Rohingya

"Sembilan orang tewas termasuk enam di tempat dan tiga di  rumah sakit," kata Yasir Arafat, Wakil kepala polisi distrik Bandarban seperti yang dilansir NDTV pada 21 September 2017.

Mozaharul Huq, Sekretaris Masyarakat Bulan Sabit Merah Bangladesh, mengatakan truk tersebut membawa beras, gandum, air minum, gula dan makanan lainnya.

"Masyarakat Bulan Sabit Merah Internasional dan Palang Merah Internasional menyewa truk itu, membawa makanan kepada pengungsi Rohingya di perbatasan, termasuk mereka yang terdampar di antara kedua negara," katanya.

Badan bantuan telah memulai operasi bantuan besar di distrik perbatasan Cox's Bazar dan Bandarban. Mereka terkejut dengan jumlah arus masuk  pengungsi Rohingya dari Myanmar.
NDTV|THE HINDU|YON DEMA


Demo di Bandara, 13 Aktivis Thailand Didenda Rp 209,4 Miliar

Dunia, Jakarta - Sebanyak 13 aktivis Kaos Kuning atau Aliansi Rakyat untuk Demokrasi di Thaksin Tweet 'Tirani' Montesquieu Kritik Junta Militer Thailand  

Pada akhir tahun 2008, kelompok Kaos Kuning membanjiri Bandara Suvarnabhumi dan Don Muang selama lebih dari seminggu, yang mempengaruhi ratusan penerbangan dan menyebabkan ribuan wisatawan terdampar.

Kelompok Kaos Kuning ini dibentuk pada tahun 2005 untuk menentang Thaksin Shinawatra, mantan perdana menteri Thailand yang digulingkan dalam kudeta militer tahun 2006. Pendukungnya termasuk anggota kelas menengah perkotaan dan mendukung elite militer-royalis tradisional.

Baca: Yingluck Lari ke Dubai Bergabung dengan Thaksin, Abangnya 

Menanggapi putusan Mahkamah Agung, pemimpin Kaos Kuning, Suriyasai Katasila, mengatakan mereka mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan uang tersebut.

"Jika kita tidak dapat membayar kompensasi, AOT mungkin mengeluarkan surat panggilan untuk menuntut kebangkrutan kita. Apa yang kami lakukan adalah untuk kepentingan umum untuk menentang pemerintah yang korup pada saat itu dan itu tidak didasarkan pada kepentingan pribadi," kata Katasila seperti yang dilansir Reuters pada 21 September 2017.

Selain menghukum 13 aktivis membayar ganti rugi ke AOT,  sejumlah aktivis Kaos Kuning sedang menghadapi tuduhan terorisme dan tindak pidana lainnya terkait dengan pendudukan bandara di Thailand saat unjuk rasa kelompok Kaos Kuning tahun 2008.

REUTERS|BANGKOK POST|YON DEMA

Tenda Bantuan Indonesia untuk Rohingya Telah Dipasang

Dunia, Jakarta -Tenda bantuan Indonesia untuk pengungsiRatusan Orang Blokir Bantuan Palang Merah untuk Rohingya

“Hari ini tenda bantuan Indonesai telah dipasang di lokasi pengungsian. Bantuan Indonesia diharapkan dapat membantu meringankan beban para pengungsi yang telah sekian lama tidur beratapkan langit,” kata Dubes Indonesia untuk Bangladesh Rina Soemarno dalam siaran pers yang diterima Tempo.Truk Palang Merah Bawa Bantuan untuk Rohingya Terbalik, 9 Tewas 

Sebanyak 74 ton bantuan kemanusiaan dari Indonesia telah sampai di Bangladesh dalam 8 kali pengiriman dengan pesawat C-130 TNI AU pada tanggal 14,15,16 dan 18 September 2017.

Bantuan kemanusiaan tersebut berupa beras (30 ton), selimut (14.000), sarung (17.400), makanan siap saji (2490 paket), generator listrik (10 set), tenda besar (20 unit), tanki air fleksibel (10 unit), family kit (850 paket), pakaian (900 paket), gula pasir (1 ton), minyak goreng (325 boks), dan biskuit (2000 boks).

Cerita Di Balik Penyerangan Milisi Rohingya ke Militer Myanmar

Pendistribusian bantuan kepada para pengungsi Rohingya di kamp-kamp pengungsian dilakukan secara secara bertahap. Hal ini berdasarkan pertimbangan Pemerintah daerah mengenai area mana yang memerlukan barang-barang bantuan dari berbagai negara yang telah tiba di Bangladesh.

DWI NUR SANTI

Korea Utara Siap Luncurkan Bom Hidrogen ke Samudera Pasifik

Dunia, Jakarta - Menteri Luar Negeri Bom Hidrogen Korea Utara Bisa Lenyapkan New York 

Menurut Ri Yong Ho, Korea Utara sedang mempersiapkan sebuah uji coba bom hidrogen. Namun dia tidak mengetahui secara pasti apa yang sedang direncanakan oleh Kim Jong-un terkait dengan pernyataannya yang ingin melakukan balas dendam terkejam sepanjang sejarah” terhadap Amerika Serikat.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membalas pidato yang disampaikan Donald Trump dalam acara Majelis Umum PBB Selasa lalu. Dia menyebut Trump sebagai orang dengan “sakit mental”. Dia juga menyatakan akan membuat Trump membayar ancaman yang ditujukan pada negaranya tersebut.

Baca: Bom Hidrogen Korea Utara Bisa Meledak Dua Kali Saat Kenai Target

Pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat 22 September 2017 tersebut hanya berselang beberapa jam setelah Trump mengajukan sanksi terbaru melawan program senjata nuklir Pyongyang.

Korea Utara menentang sanksi Dewan Keamanan PBB dengan meluncurkan sebuah rudal melintasi Jepang pada Jumat 15 September 2017 lalu. Rudal tersebut diluncurkan hanya berselang empat hari setelah sanksi Dewan Keamanan PBB disepakati. 
REUTERS l KISTIN SEPTIYANI

 

loading...

Arab Saudi Menahan Perempuan Aktivis Hak Asasi

Dunia, Riyadh - Arab Saudi menahan seorang perempuan aktivis hak asasi manusia, Loujain al-Hathloul.

"Dia ditahan oleh penguasa di lapangan terbang Damman," kata Amnesty International, Senin, 18 September 2017.

Menurut Amnesty, penahanan ini untuk kedua kalinya dilakukan oleh Kerajaan terhadap Hathloul.

Baca: Perempuan Arab Saudi Kini Tak Perlu Izin Kerabat Pria Lagi?

Pada 2014, dia ditahan karena menentang ketentuan Kerajaan terhadap pelarangan perempuan mengendarai mobil. Amnesty menjelaskan, Arab Saudi satu-satunya negara yang melarang perempuan membawa mobil.

"Dia menjadi target penahanan karena membela hak kaum perempuan," kata Sama Hadid, dari Amnesty.

"Dia harus segera dibebaskan tanpa syarat," ujarnya seraya mengatakan bahwa penahanan pada Senin kemarin sangat tidak masuk akal dan tidak dapat dibenarkan.

Baca: Arab Saudi Izinkan Murid Perempuan Olahraga di Ruang Publik

Pada November 2014, Hathloul mencoba memasuki wilayah Arab Saudi dengan mengendarai mobil melalui Un Emirat Arab namun dilarang. Selanjutnya dia ditahan selama kurang lebih dua bulan.

Saat itu, para pembela Hathloul tidak menjelaskan secara detail penyebab dia ditahan. Namun dari hasil investigasi menyebutkan, penahanan dia lantaran penggunaan media sosial bukan karena mengendarai mobil.

Warga Saudi ini sangat aktif di jejaring media sosial Twitter. Di media tersebut, dia aktif menggungah tulisan dengan nama palsu.

Meskipun demikian, akun Hathloul yang memiliki 284 ribu follower ditulis dengan nama samaran.

Pada 2015, Hathloul maju dalam pemilihan pejabat publik setelah Kerajaan mengizinkan perempuan menduduki posisi di jabatan publik atau kantor. Namun pencalonannya didiskwalifikasi Kerajaan.

ARABIAN BUSINESS | CHOIRUL AMINUDDIN

Yahudi Amerika Menentang PM Israel Pidato di PBB

Dunia, New York - Sejumlah Yahudi Ortodoks berunjuk rasa di depan markas besar PBB di Kota New York guna menentang kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Menurut laporan kantor berita Turki, Anadolu, anggota komunitas Yahudi Ortodoks di New York berkumpul di Dag Hammarskjold Plaza di Manhattan di luar markas besar PBB.

Baca: Yahudi Venezuela Ramai-ramai Migrasi ke Israel

"Kehadiran mereka untuk memprotes Netanyahu yang akan berpidato di sana sebelum Sidang Umum PBB," tulis Anadolu.

Juru bicara demonstran, Rabbi Hershel Klar, mengatakan, "Netanyahu dan negaranya tidak mewakili Yahudi atau Yudaisme."

"Ketika Netanyahu berbicara di Sidang Umum PBB, dia bukan berbicara atas nama seluruh Yahudi. Kami menyatakan bahwa dia tidak berbicara atas nama Yahudi dunia, termasuk warga Yahudi yang tinggal di Tanah Suci."

Dia mencatat, pemerintah Israel telah meloloskan sebuah Undang-Undang 2014 yang isinya memaksa Yahudi Ortodoks harus menjadi Angkatan Bersenjata Israel. 

MIDDLE EAST MONITOR | CHOIRUL AMINUDDIN

Siswa SD Diusir dari Kelas Gara-gara Unggah Video

Dunia, Riyadh - Sebuah Sekolah Dasar di Arab Saudi mengancam mengusir seorang siswa perempuan berusia sembilan tahun karena dia mengunggah video dan fotonya di media sosial.

Siswa bernama Mayar Al-Shayeh itu diketahui mengunggah rekaman video online dengan mengatakan bahwa kepala sekolah mengusirnya dari sekolah jika dia tidak menghentikan unggahan video. Adapun kepala sekolah tidak melaporkan kasus ini ke orang tua murid.

Baca: Jin Masuk Sekolah, Siswa di Madinah Bolos Massal

Televisi Al-Arabiya dalam leporannya menyebutkan, ibu siswa tersebut mengatakan, dia tidak mempercayai anak gadisnya ketika dia pertama kali bercerita mengenai insien tersebut.

Tetapi, dia kaget ketika berkunjung ke sekolah menemukan anak gadisnya di luar kelas dan ditempatkan di belakang.

"Sangat terhina," ucapnya.

Menanggapi insiden tersebut, para pengguna media sosial terbelah. Sebagian mendukung ulah siswi ini karena memang dia berbakat, sementara pihak lain menyokong sikap kepala sekolah.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Pendidikan Arab Saudi, Mubarak Al-Osaimi, mengatakan, Kementeriannya menyiapkan program pendidikan bagi anak-anak berbakat untuk masuk di kelas tetaer, seni dan olah raga.

Pada kasus ini, Mayar membuat video film komedi dirinya sendiri melalui Instgram dan Snapchat selama sekitar empat bulan.

MIDDLE EAST MONITOR | CHOIRUL AMINUDDIN

Cerita Pembelot Korea Utara tentang Kengerian Kim Jong-un

Dunia, Pyongyang - Korea Utara adalah sebuah negeri mengerikan bagi para pembelot.  Salah seorang pembelot yang menggunakan nama samaran bercerita blak-blakan tentang kepemimpinan Kim Jong-un di Korea Utara.

Pembelot itu menyebut dirinya bernama Hee Yeon Lim. Dia anak perempuan dari seorang tentara berpangkat Kolonel Angkatan Darat, mengaku menjadi saksi tangan pertama dari kesadisan Kim Jong-un.

Hee Yeon Lim mengatakan kepada media bahwa Kim melakukan eksekusi terhadap orang-orang yang berkhianat dengan cara sangat brutal. "Kim menggunakan amunisi senjata anti-pesawat untuk merobek-robek manusia," kata dia menggambarkan kekejaman Kim.

Saksi lainnya adalah Hee Yeon, 26 tahun, dan seorang elite Pyongyang yang meninggalkan Korea utara dua tahun lalu. Keduanya melihat bagaimana Kim mengeksekusi sekitar selusin musisi karena memproduksi sebuah rekaman video yang tidak dikhendaki oleh rezim.

Baca: Korea Utara Sebut Pidato Trump di PBB Seperti Anjing Menggonggong 

"Kami diperintahkan meninggalkan kelas kami oleh pasukan keamanan dan menuju Akademi Militer di Pyongyang. Di sana, ada semacam stadion," kata Hee Yeon kepada Mirror dari lokasi rahasia di Seoul.

"Selanjutnya, para musisi itu dibawa keluar dalam kondisi mata dan kepala tertutup agar tidak bersuara, minta belas kasih atau berteriak," kata Hee Yeon. "Mereka dicambuk hingga senjata anti-pesawat tiba."

"Sebuah senjata dengan suara memekakkan telinga ditembakkan kepada satu pesatu musisi itu. Setiap musisi itu ditembak dengan senjata tersebut, wujudnya langsung hilang. Mayat mereka ditiup angin, hancur total, darah yang tersisa terbang ke mana-mana."

Peristiwa yang dilihat Hee Yeon itu membuat perutnya terasa mual. "Ada sekitar 10 ribu orang diperintahkan melihat eksekusi hari itu dan saya berdiri 60 meter dari para korban," jelasnya kepada wartawan. Eksekusi semacam ini diyakini sudah biasa terjadi di Korea Utara.

Ri Jong Ho, seorang mantan pegawai negeri sipil, mengungkapkan Kim mengumbar teror diawal memimpin Korea Utara. "Diktator muda itu membunuh ratusan orang," katanya. "Rezim membunuh ratusan orang termasuk pejabat, rekan-rekan mereka, keluarga mereka, dan anak-anak mereka dengan senjata mesin berat," kata Ri kepada Voice of America, Juni 2017.

Kim dilaporkan mengeksekusi lima pejabat senior dengan senjata anti-pesawat terbang karena dianggap memberikan informasi palsu tahun ini. Kim juga melakukan hal yang sama terhadap seorang pejabat senior yang tertidur selama mengikuti pertemuan dengan para pemimpin tinggi.

Hee Yeon mengungkapkan, para antek Kim pernah mengambil paksa beberapa gadis sekolah Korea Utara dari rumah mereka untuk dipaksa menjadi budak seks. "Para pejabat itu mendatangi sekolah dan mengangkut para gadis itu untuk bekerja di sala satu dari ratusan 'rumah' di sekitar Pyongyang," kata Hee Yeon. "Mereka mengambil gadis tercantik, berkaki lurus dan mulus."

"Para gadis itu harus tidur bersama dia dan mereka tidak boleh melakukan kesalahan atau keberatan. Bila itu dilakukan, mereka bakal lenyap di permukaan bumi," paparnya di depan wartawan setelah mengutip laporan dari temannya tentang kondisi rezim di Korea Utara.

DAILY CALLER | CHOIRUL AMINUDDIN

6 Wanita Pakai Gaun yang Sama di Pesta Pernikahan, Ini Kisahnya

Dunia, Jakarta - Hal unik terjadi di pesta pernikahan di Sydney, Australia ketika 6 wanita mengenakan gaun pesta yang sama, baik warna maupun modelnya. Mereka tidak saling mengenal dan mereka bukan penerima tamu.  

Bukannya saling menghindar atau jengkel karena mengenakan gaun yang sama. Sebaliknya,   6 wanita itu justru bangga memamerkan hal unik itu di media sosial. Mereka bahkan berfoto bersama dengan mempelai wanita, Julia Mammone.

Baca: J.K. Rowling Punya Rahasia di Gaun Pestanya, Apa Itu? 

Debbie Speranza, satu dari 6 wanita itu, menjelaskan kejadian yang dianggap lucu di akun Facebooknya pada hari Minggu lalu.

"Apa yang aneh?" Speranza menulis di bawah foto dirinya dan 5 wanita mengenakan gaun warna dan model yang sama.

Unggahan Speranza pun dibagikan kembali sebanyak lebih dari 46.000 dan menghasilkan lebih dari 10.000 komentar.

Debbie Speranza juga berbagi foto dengan toko tempat wanita membeli gaun dengan mengatakan: "Anda benar-benar harus mulai mendata pesta perkawinan sehingga pelanggan dapat menanyakan apakah ada orang lain yang telah membeli salah satu gaun anda untuk acara yang sama."



Wanita-wanita itu mengenakan gaun karya Debbie Lace dijual seharga 159.99 dolar Australia di situs Forever New.

Baca: Rayakan Ulang Tahun, Jennifer Lopez Pakai Gaun Seksi 

Pengantin yang menggelar pesat, Julia dan Dominic Mammone menggambarkan pertemuan 6 wanita dalam gaun yang sama dengan sesuatu yang sangat lucu.

"Awalnya kita saling memandang, tidak tahu apakah mereka ingin bermain atau berganti pakaian. Ini mimpi buruk setiap gadis, apa lagi yang bisa Anda lakukan," kata Mammone.

Pernikahan Mammone dengan suaminya, seorang pelatih pribadi, Dominic, berlangsung di Le Montage di Lilyville pada hari Sabtu, 16 September 2017.

Speranza mengatakan bahwa dia mengetahui kejadian tersebut saat dia masuk resepsi dan melihat sepupunya mengenakan gaun yang sama.

Baca: 5 Busana yang Pantang Dipakai ke Pesta 

"Kami mulai tertawa, tapi kemudian ada yang lain ... lalu yang lain ... dan satu lagi dan terus di sekitar 200 orang di sana," kata Speranza, seperti yang dilansir Sydney Morning Herald pada 20 September 2017.

"Beberapa dari mereka terlihat sedikit malu, tapi kemudian kita semua melihatnya sebagai sesuatu yang lucu, kita sama seperti saudara kandung," katanya.

Speranza membantah mereka berenam sengaja memakai gaun pesta yang sama untuk  mencari perhatian.

TELEGRAPH|SYDNEY MORNING HERALD|YON DEMA


Musim Hujan, Tentara Bangladesh Bantu Pengungsi Rohingya

Dunia, Jakarta - Tentara Bangladesh telah diperintahkan untuk mengambil peran lebih besar membantu ratusan ribu etnis Ratusan Orang Blokir Bantuan Palang Merah untuk Rohingya

 

Obaidul Quader, menteri senior dan Wakil ketua partai Liga Awami yang berkuasa mengatakan bahwa tentara akan membantu membangun tempat penampungan dan toilet untuk ribuan pengungsi yang masih tidur di tempat terbuka di tengah guyuran hujan lebat.

 

"Kehadiran tentara sangat dibutuhkan untuk membangun tempat penampungan, yang merupakan tugas yang sangat berat, dan menjamin sanitasi," kata Quader, seperti yang dilansir Channel News Asia pada 21 September 2017.

 

Quader menjelaskan perintah itu datang dari Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Baca: Fakta Rinci Soal Milisi Rohingya, ARSA, Pemberontak atau Teroris?

 

Tentara juga akan memastikan keteraturan dan membantu proses penyaluran bantuan, setelah sebelumnya hiruk pikuk dan kekacauan terjadi saat badan amal melempar makanan dan kebutuhan pokok lainnya dari truk pengangkut.

 

Sebelumnya, pasukan telah ditugaskan untuk mengangkut bantuan asing dari kota pelabuhan Chittagong ke Cox's Bazar dimana kamp-kamp yang penuh sesak berada.

 

Bangladesh pun mengumumkan akan membuka lokasi baru yang mampu menampung sekitar 400.000 pengungsi dalam waktu 10 hari.

 

Pompa air ekstra telah dipasang di beberapa lokasi, dan beton untuk toilet telah didirikan di pinggir jalan.

 

Tapi seiring adanya tanda-tanda pekerjaan konstruksi besar yang sedang berlangsung, banyak pengungsi mengeluh bahwa mereka diperintahkan untuk terus maju tanpa tahu ke mana harus pergi.

 

"Kami tidak tahu ke mana kami pergi. Kami miskin. Kami  membeli bambu dan terpal dengan bantuan rakyat, dan sekarang saya harus pindah lagi," kata Mujibur Rahman, pria Rohingya berusia 48 tahun. 

 

Pemerintah Bangladesh telah mencoba untuk menggiring para pengungsi ke daerah-daerah yang ditentukan, khawatir kota-kota terdekat bisa terbebani jika tidak diberi tanda.

 

Pemerintah setempat telah menyiapkan selusin pusat bantuan dan beberapa dapur darurat untuk merampingkan distribusi bantuan.

Baca: Suu Kyi Pidato Krisis Rohingya, Ini Tanggapan 6 Tokoh Myanmar

 

Keterpurukan pengungsi Rohingya diperparah dengan adanya hujan lebat yang membanjiri kamp pengungsi Balukhali di Cox's Bazar, Bangladesh, sejak 19 September 2017.  Cox's Bazar telah diterjang dengan curah hujan 21,4 sentimeter dalam lima hari terakhir, menimbulkan ketakutan akan tanah longsor di perbukitan yang tidak stabil dan berlumpur tempat ribuan pengungsi Rohingya  berkemah.

 

Ratusan pengungsi Rohingya terpaksa meninggalkan gubuk mereka kemarin di sebuah perkebunan karet setelah hujan lebat membanjiri daerah tersebut.

 

"Kemah saya telah terbanjiri air setinggi lutut. Anak-anak menderita flu," kata Nur Mohammad, seorang pria Rohingya berusia 62 tahun yang tiba di Bangladesh bersama 16 anggota keluarganya.

 

Rohingya, yang sebagian besar beragama Islam, telah mengalami penganiayaan oleh banyak orang di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha.

 

Kepala hak asasi manusia PBB telah menggambarkan serangan sistematis terhadap minoritas Rohingya oleh pasukan keamanan Myanmar sebagai contoh pembersihan etnis.

Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi mengataka pihaknya akan mengambil kembali pengungsi Rohingya yang telah diverifikasi.  Namun menurut Menteri informasi dan komunikasi Bangladesh Hasanul Haq, pidato Suu Kyi tidak menyajikan gambaran sebenarnya situasi Rohingya.

 

CHANNEL NEWS ASIA|YON DEMA

Selandia Baru Krisis Bahan Bakar Menjelang Pemilu

Dunia, Jakarta -Pemerintah  Restoran di Selandia Baru Kirim Pizza Pakai Drone   

"Kapal tersebut akan mengangkut sampai 4,8 juta liter solar, setara dengan 150 kapal tanker  untuk memungkinkan industri fokus untuk menyediakan bahan bakar bagi jet di bandara Auckland yang dilanda krisis," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Judith Collins pada Kamis, 21 September 2017.

Lebih dari 120 penerbangan telah dibatalkan di kota terbesar Selandia Baru itu sejak awal minggu ini, mengganggu ribuan penumpang setiap hari setelah kerusakan pada pipa tunggal yang membawa bahan bakar jet dari kilang ke bandara kota.

"Pemerintah akan terus melakukan apapun untuk mendukung usaha industri mengatasi gangguan tersebut," kata Collins seperti yang dilansir Reuters pada 21 September 2017.

Pemerintah dan industri Selandia Baru telah mengambil serangkaian langkah untuk mencoba mengatasi krisis tersebut, dari penjatahan bahan bakar dengan meminta militer untuk menyediakan truk memasok bahan bakar, dan telah membentuk sebuah kelompok untuk menangani dampak tersebut.

Baca: Selandia Baru Akui Hak Hukum Sungai Milik Suku Maori  

Menurut otoritas Bandara Auckland, 14 penerbangan lainnya dibatalkan hari ini,  namun jumlahnya kurang dari separuh jumlah penerbangan yang dibatalkan kemarin.


"Umumnya yang kami lihat adalah pembatalan di seluruh industri telah stabil," kata Justin Tighe-Umbers, Direktur eksekutif Dewan Perwakilan Perusahaan Penerbangan Selandia Baru.

Kekurangan pasokan bahan bakar tersebut telah menjadi perhatian serius bagi Partai Nasional yang berkuasa saat sedang berjuang melawan Partai Buruh yang siap membentuk pemerintahan berikutnya.

Jajak pendapat terakhir menunjukkan Partai Nasional unggul mendekati 10 poin atas Partai Buruh, namun poling telah berubah-ubah dan kadang-kadang menunjukkan Partai Buruh dengan marjin kemenangan yang nyaman.

Jacinda Ardern, pemimpin baru Partai Buruh telah mengkritik pemerintah karena tidak mengambil tindakan untuk menghindari kegagalan infrastruktur yang menyebabkan kekurangan bahan bakar.

Pemerintah Selandia Baru juga harus menyuplai bahan bakar dengan membawanya dari Australia dengan menggunakan 2 Qantas Airways untuk melengkapi pesawat Jetstar dan Qantas di Auckland. Salah satunya adalah layanan penumpang dengan nomor penerbangan A330 yang membawa tambahan 10.000 kilogram bahan bakar, sementara yang lainnya adalah penerbangan khusus 747 dengan 65.000 kilogram bahan bakar.
REUTERS|YON DEMA

Rabu, 20 September 2017

Uang Rp 1,5 Miliar Sumbat Toilet Bank di Jenewa

Dunia, Jakarta -Jaksa Jenewa, Miliarder Cina Menyuap 2 Duta Besar PBB Demi 'Jenewa Asia'  

Seperti yang dilansir Reuters pada 20 September 2017, penyumbatan pertama terjadi di toilet yang melayani brankas di bank UBS di distrik keuangan Jenewa. Lalu, 3 bistro terdekat menemukan toilet mereka macet dengan uang pecahan 500 euro beberapa hari kemudian.

Derouand mengatakan otoritas setempat telah setuju untuk mengkompensasi restoran dengan biaya penyumbatan, dan restoran tersebut telah menarik keluhan yang mereka buat saat kejadian tersebut terjadi pada Mei lalu.

Uang tunai itu disita selama penyelidikan dan tidak jelas siapa yang akan mendapatkannya jika terbukti uang itu tidak berrmasalah.

Baca:'Hujan' Uang Koin Landa Swiss  

"Tidak ada alasan langsung untuk menganggapnya sebagai uang kotor," kata Derouand.

Derouand mengatakan penyelidikan tersebut pertama-tama akan berfokus pada apakah uang tersebut terkait dengan aktivitas ilegal karena telah dihancurkan.

Bank Sentral Eropa mengatakan tahun lalu pihaknya telah memutuskan untuk menghentikan pembuatan uang tunai dengan nominal 500 euro karena khawatir akan sering digunakan untuk kegiatan terlarang termasuk pencucian uang. 
REUTERS|THE LOCAL|YON DEMA

Ratusan Orang Blokir Bantuan Palang Merah untuk Rohingya

Dunia, Jakarta - Ratusan orang berusaha memblokir pengiriman bantuan Palang Merah Internasional atau ICRC untuk etnis minoritas muslim Ribuan Muslim Etnis Rohingya Terjebak di Dua Desa Terisolir

Kantor informasi pemerintah Myanmar mengatakan pada Kamis, 21 September 2017 beberapa ratus orang mencoba menghentikan sebuah kapal yang membawa sekitar 50 ton bantuan di sebuah dermaga di ibukota Negara Bagian Rakhine, Sittwe, pada Rabu, 20 September 2017.

Protes tersebut merupakan bukti meningkatnya permusuhan komunal yang mengancam mempersulit pengiriman pasokan vital. Para pemrotes, beberapa membawa tongkat kayu dan batang besi, melemparkan bom molotov.

Sekitar 200 polisi  terpaksa membubarkan mereka dengan tembakan ke udara. Saksi mengatakan bahwa dia melihat beberapa orang terluka.

Baca:  Cerita Di Balik Penyerangan Milisi Rohingya ke Militer Myanmar

Seperti yang dilansir Channel News Asia pada 21 September 2017, menurut rilis pemerintah setempat, sedikitnya 8 orang ditahan. Namun Palang Merah Internasional  dan kepolisian Sittwe belum memberikan pernyataan terkait insiden itu.

Ketegangan antara umat Budha mayoritas dan Rohingya di negara bagian Rakhine telah berlangsung selama bertahun-tahun namun memuncak sejak 2012 .

Pertempuran terbaru dimulai pada 25 Agustus 2017, ketika milisi Rohingya, ARSA,  menyerang sekitar 30 pos polisi dan sebuah kamp tentara, menewaskan sekitar 12 orang. Pemerintah mengatakan lebih dari 400 orang, kebanyakan dari mereka milisi telah terbunuh sejak saat itu.

Kekerasan dan eksodus pengungsi Rohingya telah membawa kecaman internasional dan menimbulkan pertanyaan tentang komitmen pemimpin pemerintahan Aung San Suu Kyi terhadap hak asasi manusia, dan prospek transisi politik dan ekonomi Myanmar.
CHANNEL NEWS ASIA|YON DEMA

Korea Utara Sebut Pidato Trump di PBB Seperti Anjing Menggonggong  

Dunia, Jakarta -Menteri Luar Negeri Pidato Perdana di PBB, Donal Trump Ancam Korea Utara

"Ada pepatah yang mengatakan:" Anjing menggonggong kafilah berlalu. Jika Trump sedang memikirkan menakuti kita dengan menggonggong, maka dia jelas sedang bermimpi," kata Ri di depan sebuah hotel di dekat markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Seperti yang dilansir Reuters pada 21 September 2017, Ri dijadwalkan untuk membuat pidato PBB pada hari Jumat, 22 September 2017.

Komentar Ri itu adalah reaksi resmi pertama Korea Utara setelah Trump mengeluarkan peringatan kerasnya kepada Pyongyang dalam pidatonya perdananya di hadapan 193 negara anggota PBB.

Baca: PBB Hukum Korea Utara, Trump: Itu Belum Seberapa

Trump juga mengecam sejumlah negara yang ternyata tidak hanya berdagang dengan Korea Utara tetapi juga mendukung dan membiayai negara tersebut. “Ini kebiadaban,” ujarnya. Sebab tidak ada satu orang pun di dunia yang menginginkan negaranya seperti Korea Utara memiliki persenjataan nuklir dan misil.

Dalam pidatonya Trump menyebut Presiden Korea Utara Kim Jong Un sebagai “manusia roket yang menjalani misi bunuh diri”. Sebab, dia tidak akan bisa bertahan melawan serangan Amerika Serikat.

Meskipun mampu menumpas Korea Utara, Trump berharap negaranya tidak perlu menggunakan kekuatan militer. Dia yakin PBB mampu melakukan tindakan terhadap Korea Utara. “Denuklirisasi (Korea Utara) adalah satu-satunya harapan yang bisa diterima,” ujarnya.

Baca: Trump: Serangan Amerika ke Korea Utara Hari Terburuk bagi Asia

Sebelumnya Donald Trump juga berharap kekuatan militer tidak digunakan terhadap Korea Utara. Jika itu dilakukan, dia yakin negara-negara di Asia akan terkena imbas serangan. “Akan menjadi hari terburuk bagi warga Asia," kata Trump di Gedung Putih pada Kamis, 7 September 2017.

Sedangkan Korea Selatan mengatakan peringatan Trump kepada Korea Utara yang disampaikan di Majelis Umum PBB tegas dan spesifik.




REUTERS|YON DEMA


loading...

Krisis Rohingya, Institusi Inggris Tunda Gelar Aung San Suu Kyi

Dunia, Jakarta -  Serikat dagang nomor dua terbesar Inggris, Unison, mengatakan menunda pemberian penghargaan kepada Aung San Suu Kyi  terkait krisis kemanusiaan yang dialami warga etnis Prihatin Rohingya, Inggris Tunda Latihan Militer dengan Myanmar

Unison meminta Suu Kyi untuk melakukan upaya ekstra untuk membantu perjuangan warga etnis Rohingya, yang mengalami penindasan militer Myanmar. Seperti diberitakan, militer Myanmar dan kelompok ekstrimis Buddha melakukan pembersihan etnis terhadap warga Rohingya dengan membakar rumah dan desa tempat tinggal etnis ini di negara bagian Rakhine. Mereka juga menyerang dan membunuh banyak warga desa, termasuk melakukan pelecehan seksual kepada kaum wanita Rohingya.

Baca: Wawancara, Marzuki: Pencari Fakta PBB Belum Bisa Masuk Myanmar

Langkah ini diambil Unison dan sejumlah institusi Inggris termasuk militer dengan mengkaji kembali kerja sama atau rencana pemberian penghargaan kepada Suu Kyi terkait perjuangannya menegakkan demokrasi melawan junta militer Myanmar.

Universitas Bristol, salah satu dari sejumlah universitas yang menganugerahkan gelar kehormatan kepada Suu Kyi terkait posisinya sebagai oposisi, mengatakan pihak kampus mengkaji ulang pemberian gelar itu.

Ini dilakukan terkait munculnya tudingan pelanggaran Hak Asasi Manusia oleh militer Myanmar. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan tindakan militer Myanmar dan kelompok milisi ekstrimis Buddha terhadap warga etnis Rohingya sebagai pembersihan etnis yang sangat jelas (textbook example of ethnic cleansing).

“Pihak kampus berbagai keprihatinan bersama terhadap situasi yang terus terjadi di Myanmar,” kata juru bicara kampus Bristol kepada Guardian.

“Pada 1998, kami menganugerahkan  gelar kehormatan doktor bidang hukum kepada Dr Aung San Suu Kyi, yang saat itu memimpin perlawanan untuk memperjuangkan hak asasi manusia dan demokrasi di Burma yang sekarang jadi Myanmar.”

Juru bicara ini mengatakan pihak kampus belum mencabut gelar itu karena masih terus memonitor situasi yang terjadi saat ini di Myanmar.

Sedangkan senat mahasiswa London School of Economics mengatakan akan mencabut gelar presiden kehormatan bagi Suu Kyi.

“Kami akan mencopot gelar presiden kehormatan Aung San Suu Kyi sebagai simbol oposisi kami terhadap posisinya saat ini dan sikap diamnya ditengah terjadinya genosida,” kata Mahatir Pasha, sekretaris jenderal Senat Mahasiswa London School of Economics.

Selama 30 tahun terakhir, Suu Kyi telah mendapat sejumlah gelar kehormatan dari banyak universitas di Inggris termasuk Glasgow, Bath, dan Cambridge. Sejumlah kota juga memberikan penghargaan ini.

Dewan Kota Oxford mengumumkan mereka mempertimbangkan mengcopot penghargaan Kebebasan Kota Oxford yang diberikan kepada Suu Kyi pada 1997. Ini bakal dilakukan pada pertemuan berikutnya.

“Jika tidak ada yang berubah, saya kira dewan kota Oxford akan mencopot gelar kehormatan itu,” kata John Tanner kepada Oxford Mail.

Suu Kyi memiliki hubungan dekat dengan kota Oxford karena pernah belajar di St Hugh’s College sebagai mahasiswa strata satu pada 1960. Suaminya, yang telah meninggal, Michael Aris, merupakan salah satu pengajar di kampus ini.

Suu Kyi juga pernah memenangkan penghargaan internasional hadiah Nobel perdamaian pada 1991. Meskipun dilarang junta militer untuk maju sebagai calon Presiden, dia memenangkan dukungan publik. Suu Kyi saat ini menjabat sebagai state consellor atau semacam perdana menteri. Ketegasannya menghadapi kasus pembersihan etnis Rohingya oleh militer Myanmar ditunggu dunia internasional.

 

GUARDIAN | BUDI RIZA

Suu Kyi Pidato Krisis Rohingya, Ini Tanggapan 6 Tokoh Myanmar

Dunia, YangonState Consellor dan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, meminta komunitas internasional membantu perdamaian di Myanmar terkait krisis kemanusiaan Rohingya di negara bagian Rakhine. Berbicara di depan para duta besar, perwakilan PBB, pejabat pemerintah dan para wartawan di Naypyitaw pada Selasa, 19 September 2017, Suu Kyi mengecam semua bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia dan tindak kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine. Suu Kyi juga menyatakan siap menerima kembali etnis Rohingnya untuk pulang ke Myanmar.

Baca: Cerita Di Balik Penyerangan Milisi Rohingya ke Militer Myanmar

Menanggapi pidato selama sekitar setengah jam Suu Kyi ini, media The Irrawaddy melakukan wawancara dengan sejumlah tokoh seperti pengamat politik, tokoh Muslim, ahli sejarah dan politisi. Berikut tanggapan mereka:

Baca: Otak di Balik Eksodus Rohingya

 

U Maung Maung Soe, Pengamat Politik

Menurut U Maung Maung Soe, melalui pidato tersebut, Aung San Suu Kyi ingin menunjukkan pendiriannya bahwa dia tidak menyalahkan siapapun atas kejadian di Rakhine. Di sisi lain dia mungkin akan dikecam atas kegagalannya membicarakan pembunuhan orang – orang Benggala. Dia mungkin juga akan dikritik karena tidak memberikan pernyataan untuk menindaklanjuti gerakan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).

 

Al Haj U Aye Lwin, Kepala Penyiaran untuk Islamic Centre di Myanmar, dan Anggota Komisi Penasehat di Rakhine

Dalam pidato itu, Aung San Suu Kyi menunjukkan pendekatan baru terhadap krisis kemanusiaan ini. Dia sama sekali tidak mengeluarkan penyangkalan selama pidato itu. Dia mengajak duta besar dari negara lain untuk mengamati dan mempelajari mengapa permasalahan ini dapat terjadi. Dia juga menyatakan dengan santun bahwa Myanmar adalah negara yang bertanggung jawab. Berdasarkan pidato itu, dia menerima dan merasa bangga terhadap perbedaan ras dan budaya yang ada di Myanmar. Dia meminta para penganut Islam untuk berkerja sama dalam proses verifikasi.

 

 Thant Myint-U, Ahli Sejarah dan Pendiri Yangon Heritage Trust

Bagian terpenting dalam pidato ini adalah pernyataan Aung San Suu Kyi yang mengijinkan kembalinya para pengungsi Rohingya dari Banglades dengan menggunakan prinsip yang diadopsi pada 1993. Meskipun perlu waktu untuk melihat bagaimana prinsip itu akan diterapkan. Menurut Thant Myint-U, dunia internasional mungkin akan merasa kurang puas atas keputusan itu. Namun, setidaknya mayoritas penduduk Burma dan beberapa pemerintah negara lain akan menganggap dia melakukan tindakan yang realistis.

 

Dr. Thaung Tung, Direktur Eksekutif Institut Perdamaian dan Keadilan Sosial

Harus ada transparansi yang lebih baik dalam menangani isu ini, terutama pada kebebasan pers dan akses media. Media resmi milik negara tidaklah cukup untuk melaporkan implementasi yang disampaikan Aung San Suu Kyi dalam pidato itu. Pemerintah harus membiarkan media independen dan media luar negeri untuk mengumpulkan berita secara bebas.

 

U Tun Zaw, Sekertaris Jenderal Dewan Nasional Arakan (Arakan National Council)

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Pemimpin Myanmar itu adalah hal yang pragmatis dan dia mengaku sangat mendukung itu. Dia juga mendukung tindakannya yang mengajak komunitas internasional untuk datang dan mengamati bukan hanya masalah yang terjadi tetapi juga perdamaian. Menurut U Tun Zaw, satu lagi poin baik dari pidato Aung San Suu Kyi adalah disertakannya kaum minoritas.

 

Dr. Nandar Hla Myint, Juru Bicara Partai Union Solidarity and Development

Menurut Dr. Nandar Hla Myint, poin utama dari pidato Aung San Suu Kyi itu adalah meminta masyarakat internasional untuk memberikan pengertian dan bekerja sama secara pragmatis dan membangun khususnya di negara bagian Rakhine yang menjadi tempat tinggal warga etnis Rohingya.

 

 KISTIN SEPTIYANI