Otomotif, Jakarta - Anda memiliki kendaraan yang sudah berusia di atas lima tahun? Sebaiknya memperhatikan kondisi mesin mobil supaya tidak mengalami turun mesin. Dan apabila mobil sudah turun mesin sebaiknya dilakukan perawatan atau perbaikan secara menyeluruh.
Jimmy Lukita, pemilik bengkel AFJ Motorsport, di Jalan Basuki Rahmat 1 No 40, Pondok Bambu, Jakarta Timur, menjelaskan bahwa salah satu langkah mudah mengetahui kondisi mesin adalah melalui uji emisi.
Baca: Inilah Delapan Masalah Utama Mobil dan Penanganannya
"Melalui uji emisi, bisa diketahui kadar CO-nya tinggi atau tidak. Lalu scanner mesin untuk mengetahui lebih detail kondisi mesin. Bisa diketahui juga apakah harus turun mesin atau tidak," kata Jimmy kepada Tempo saat dijumpai di bengkelnya, 19 September 2017.
Simak: Koil Mobil Rusak dan Penanganannya
Menurut Jimmy, yang perlu diperhatikan pemilik kendaraan sebelum memutuskan untuk turun mesin adalah mencermati gejala kerusakan mesin. Beberapa di antaranya adalah mobil sudah tidak ada tenaga lagi, knalpot ngebul warnanya biru, bukan berwarna hitam. Asap berwarna biru, dapat diartikan oli sudah naik ke ruang bakar. Lalu temperatur overheat dan idle mesin sudah pincang.
"Idle mesin pincang itu artinya kompresi mesin sudah bocor, entah disebabkan dari silinder head bengkok, packing bocor, atau klep bocor," ujarnya.
GRANDY AJI