Otomotif, Surabaya - Sejumlah pemegang merek optimistis pasar SUV alias sport utility vehicle di dalam negeri bakal cerah tahun ini, meskipun tren negatif masih membayangi penjualan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada semester I/2017, volume penjualan SUV turun 25,76 persen, sedangkan LSUV 23,20 persen.
Tren negatif tersebut dibantah oleh salah satu Agen Pemegang Merek peserta GIIAS Surabaya, BMW Group Indonesia. "SUV semakin diminati meskipun konsumen penggemar sedan masih tetap ada. SUV di kami (BMW) nggak tuh, nggak ada isu turun. Masih potensial," kata Sales Manager PT Astra International Tbk - BMW Surabaya, Octa Wibowo, saat ditemui di Grand City Convex, Rabu, 20 September 2017.
Baca: GIIAS Surabaya: Pasar Mobil di Jatim Terbesar Ketiga Nasional
Di Jawa Timur, kata Octa, BMW X-1 dan Seri 3 yang mencatatkan peningkatan penjualan yang baik dalam tiga bulan terakhir. BMW X-1 pada periode Januari-Agustus 2017 mendominasi penjualan dengan berkontribusi sebesar 50-60 persen.
Ditambah lagi produk BMW X-5 yang dinilai menunjukkan tren lonjakan penjualan. Angka penjualannya, kata Octa, mengejutkan. "Dalam sebulan, BMW X-5 rata-rata terjual 4 sampai 5 unit. Padahal tahun lalu tidak seperti itu, hanya 2 sampai 3 unit saja," ucapnya.
Untuk itu, BMW percaya diri memamerkan seri 5 terbaru mereka yaitu All-new 520d Luxury Line yang dirakit secara lokal di Indonesia. Salah satunya ialah All-new BMW 520d Luxury Line yang dibekali mesin diesel berkapasitas 2 liter dengan TwinPower Turbo 4-silinder. All-new BMW 520d Luxury Line juga dilengkapi beberapa fitur seperti Display Key, sistem iDrive 6.0 terbaru, serta baluran interior yang elegan dan bernuansa luxury.
Simak: GIIAS Surabaya: Daihatsu dan Honda Tawarkan Promo Spesial
Begitu pula dengan Isuzu. Kondisi jalan raya di Indonesia yang masih cenderung berlubang diperkirakan malah membuat masyarakat cenderung memilih kendaraan roda empat jenis SUV dibandingkan MPV. "Karena SUV sekarang mayoritas sudah seven seater (tujuh tempat duduk) juga," ujar Manajer Regional Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, dan Jayapura PT Astra International Tbk-Isuzu (Astra-Isuzu), FX Mardiono Danusaputro.
Alasannya, masyarakat sudah mulai jenuh dengan MPV medium yang dari sisi penampilan, kalah stylish dengan SUV. "Karena SUV lebih bisa ke medan apapun, sedangkan MPV Medium lebih ke arah medan yang tidak terlalu berat. Apalagi di Indonesia, jalan masih banyak berlubang," tuturnya.
Secara nasional, kata dia, pertumbuhan SUV di Indonesia masih cukup tinggi, yakni mencapai 20 persen. Meskipun penjualannya di Jawa Timur pertumbuhannya masih belum terlalu tinggi antara 3 sampai 5 persen. "Tapi nanti akan kelihatan growth-nya luar biasa," ucap dia.
Di Jawa Timur, Isuzu mencatatkan penjualan mobil jenis SUV pada angka 500 unit per bulan. Dari total pasar, Surabaya menyumbang penjualan terbesar yakni sebanyak 350 unit per bulan.
Berdasarkan data Gaikindo, volume penjualan pabrik ke dealer (wholesales) low SUV (LSUV) turun 22,95 persen, atau dari 83.433 unit menjadi 64.281 unit. Sementara itu kelas yang lebih besar, SUV turun 10,07 persen, atau dari 50.722 unit menjadi 45.615 unit. Secara total segmen SUV turun 18,08 persen.
ARTIKA RACHMI FARMITA