Seleb, Jakarta -Penulis novel Jomblo Adhitya Mulya beranggapan bahwa sineas Indonesia sah menggarap ulang film yang sudah pernah diproduksi. Alasannya hal itu bisa saja memperlihatkan bahwa sumber inspirasi ide kreatif yang dimasukkan dalam film jadi tak terbatas.

"Bisa dibilang begitu (ada unsur kreativitas lain yang ditambahkan dalam film), kata Adhitya usai konferensi pers film Jomblo reboot di kantor Falcon Pictures, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin, 18 September 2017.

Selain itu, lanjut Adhitya, film yang di-remake atau  di-reboot disuguhkan untuk membangkitkan kembali ingatan masyarakat perihal film terkait.

Alasan lain karena film yang diangkat kemungkinan tak relevan lagi dengan kondisi sosial atau kehidupan saat ini. "(Bukannya) enggak (ada ide baru). Justru pengen yang lalu kita remajakan," ujar Adhitya.

Ia mencontohkan salah satu film internasional yang dibuat ulang berujudul Ocean's Eleven. Menurutnya, sutradara film Ocean's Eleven, Steven Soderbergh, berhasil membuat cerita yang lebih baik dan sesuai dengan kondisi saat itu.

Selain film Jomblo, beberapa sineas Indonesia berupaya menghidupkan kembali beberapa film lama. Misalnya, Warkop DKI Reborn, dan Pengabdi Setan.

 

 LANI DIANA