Dunia, Jakarta -Jaksa Jenewa, Miliarder Cina Menyuap 2 Duta Besar PBB Demi 'Jenewa Asia'  

Seperti yang dilansir Reuters pada 20 September 2017, penyumbatan pertama terjadi di toilet yang melayani brankas di bank UBS di distrik keuangan Jenewa. Lalu, 3 bistro terdekat menemukan toilet mereka macet dengan uang pecahan 500 euro beberapa hari kemudian.

Derouand mengatakan otoritas setempat telah setuju untuk mengkompensasi restoran dengan biaya penyumbatan, dan restoran tersebut telah menarik keluhan yang mereka buat saat kejadian tersebut terjadi pada Mei lalu.

Uang tunai itu disita selama penyelidikan dan tidak jelas siapa yang akan mendapatkannya jika terbukti uang itu tidak berrmasalah.

Baca:'Hujan' Uang Koin Landa Swiss  

"Tidak ada alasan langsung untuk menganggapnya sebagai uang kotor," kata Derouand.

Derouand mengatakan penyelidikan tersebut pertama-tama akan berfokus pada apakah uang tersebut terkait dengan aktivitas ilegal karena telah dihancurkan.

Bank Sentral Eropa mengatakan tahun lalu pihaknya telah memutuskan untuk menghentikan pembuatan uang tunai dengan nominal 500 euro karena khawatir akan sering digunakan untuk kegiatan terlarang termasuk pencucian uang. 
REUTERS|THE LOCAL|YON DEMA