Bisnis, Jakarta - Menjelang akhir kuartal ketiga tahun ini, kelompok bank swasta melihat mulai banyak kredit investasi yang dicairkan debitor. Namun, realisasinya belum sebesar ekspektasi pada awal tahun ini.
Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk. Parwati Surjaudaja mengatakan, menjelang akhir kuartal ketiga, dari sisi penarikan untuk penggunaan fasilitas kredit investasi oleh debitor sudah mulai menggeliat. “Namun, memang masih tidak sebesar ekspektasi seperti awal tahun ini, tetapi pada semester kedua harapannya terus semakin menggeliat,” ujarnya, Jumat, 17 September 2017.
Baca: Ekonom Mandiri Yakin Masih Ada Ruang Penurunan Bunga Kredit
Sampai Juni 2017, bank berkode emiten NISP itu sudah mencatatkan kredit investasi sebesar Rp 24,45 triliun. Angka itu naik sebesar 10 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu yang senilai Rp 22,23 triliun.
Hal senada disampaikan oleh Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja. Ia menyebutkan, tren penarikan kredit investasi pada bank swasta terbesar Indonesia itu sudah mulai tampak menjelang akhir kuartal ketiga. “Namun, belum terlalu banyak juga yang melakukan penarikan tersebut,” katanya.
Bank berkode emiten BBCA itu pun sudah mencatatkan pertumbuhan kredit investasi pihak ketiga sebesar 5,58 persen menjadi Rp 114,03 triliun. Angka itu naik dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu yang senilai Rp 108 triliun.
Dari data Bank Indonesia (BI) sampai Juli 2017 menunjukkan kredit investasi naik sebesar 6,2 persen menjadi Rp 1.110 triliun dibandingkan dengan Juli 2016. Persentase pertumbuhan itu pun lebih tinggi ketimbang Juni 2017 yang naik sebesar 6,1 persen. Untuk penyaluran kredit kepada debitor swasta sampai Juni 2017 juga masih tumbuh satu digit sebesar 7,18 persen menjadi Rp 4.114 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Anton Gunawan, sebelumnya menilai masih ada ruang untuk memangkas suku bunga kredit perbankan. Ruang itu berasal dari transmisi penurunan suku bunga Bank Indonesia terhadap suku bunga kredit yang masih belum selesai dilakukan. "Secara industri, masih ada ruang 20 sampai 40 basis poin," katanya pada awal Agustus lalu.
"Secara industri, masih ada ruang 20 sampai 40 basis poin," tutur Anton. Bank Mandiri, menurut dia, belum menurunkan suku bunga kredit karena penurunan suku bunga kredit tergantung seberapa jauh penurunan suku bunga dana.
BISNIS.COM