Sport, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membuka Liga Santri Nasional 2017 region Jawa Timur I bersama Bupati Trenggalek Emil Dardak, Ahad, 17 September 2017. Imam mengatakan liga di tingkatan grassroots seperti ini sangat dibutuhkan untuk mencari bibit-bibit pemain muda Indonesia.
"Para pemain LSN saat ini adalah potensi yang menjadi solusi. Pemerintah akan terus mendorong diputarnya kompetisi di usia dini, seperti Piala Menpora U-9, U-12, U-14, U-16, dan U-18 yang telah dipusatkan di Magelang, Jawa Tengah," ujar Menteri Imam dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 18 September 2017.
Imam mengatakan ingin memberikan peluang kepada anak-anak Indonesia untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Apalagi kompetisi LSN sebelumnya telah terbukti menelurkan pemain berkualitas seperti Rafli Nursalim.
Rafli merupakan striker timnas U-19 yang sempat menjadi top scorer di LSN sebelumnya. Tampil membela timnas di ajang AFF U-18 di Myanmar, Rafli menyumbang enam gol dan ikut membantu timnas U-19 meraih posisi ketiga.
"Dari LSN yang diinisiasi Cak Imin (Muhaimin Iskandar), kita tahu ada Rafli Nur Salim dari Ponpes As'ariyah, Tangerang, yang telah memperkuat timnas Indonesia. Ke depan, kita akan dorong para atlet LSN masuk Liga Mahasiswa dan liga-liga lain. Maka akan semakin mudah dalam pencarian atlet bibit unggul pada masa yang akan datang," tutur Imam.
Ketua Panitia LSN 2017 Abdul Gofar Rozin mengatakan kick off LSN region 1 Trenggalek ini adalah yang terakhir di Jawa Timur sebelum LSN memasuki seri nasional pada 22 Oktober mendatang. Total, ada 1.048 pesantren se-Indonesia yang ikut LSN 2017. Jumlah ini meningkat dari tahun 2016 yang hanya 830 pesantren.
EGI ADYATAMA