Metro, Jakarta -Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji menargetkan tahun ini semua Rukun Warga (RW) memiliki minimal satu bank sampah. Dari 2.700 RW di Jakarta, saat ini baru sekitar 400 RW yang memiliki bank sampah. "Bank sampah bisa di pasar, kantor kelurahan, atau sekolah-sekolah," kata Isnawa saat menghadiri Upacara Perayaan Rapat Raksasa Ikada Ke-72 di Monumen Nasional, Jakarta, Selasa, 19 September 2017.
Isnawa mengatakan, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Edi Mulyanto sudah mengaplikasikan bank sampah induk di wilayahnya. Untuk pengelolaan bank sampah itu pemerintah bekerjasama dengan perusahaan Danone dan Bank BNI. "Baru dua setengah bulan saja bank sampah sudah menghasilkan sekitar Rp 200 juta, lumayan buat kas RT, RW, atau komunitas pecinta sampah,” kata Isnawa.
Baca juga: Jakarta Gaet Investor Finlandia Bangun Pengolahan Sampah
Khusus di kantor Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, kata Isnawa, sudah tersedia bank sampah. Ia mewajibkan stafnya untuk membawa sampah dari rumah setiap Jumat pagi. "Sekaran kami sudah punya tambungan Rp 400 ribu dari sampah," kata dia.
Menurut Isnawa, pengadaan bank sampah ini tujuannya untuk mengelola sampah dengan benar. Barang-barang yang masih berguna bisa dimanfaatkan karena memiliki nilai ekonomis.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan hidup, saat ini sampah yang dikirim ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantar Gebang berkisar antara 6.500 sampai 6.900 ton per hari. Jika seluruh RW aktif mengelola sampah, diperkirakan sampah yang dibuang ke Bantar Gebang berkurang sekitar 1.000 sampai 2.000 ton. "Kalau sekarang kisaran 100 ton sampah yang dapat dikurangi," kata Isnawa.
ADAM PRIREZA