Dunia, New York - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Tunisia berencana mengikuti jejak Indonesia untuk menggelar forum demokrasi serupa Bali Democracy Forum (BDF) di Afrika utara. Rencana ini menyusul keberhasilan BDF –setelah 10 tahun-- mempromosikan demokrasi di Asia. “Tahun ini Tunisia akan menjadi tuan rumah BDF Chapter Tunisia untuk promosi demokrasi di Afrika utara,” kata Retno usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Tunisia, Khemaies Jhinaoui, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, Senin, 18 September 2017.

Sejak Jhinaoui dilantik sebagai Menteri Luar Negeri pada Januari 2016, salah satu isu utama  yang diperbincangkan adalah kerja sama di bidang penguatan demokrasi berbasis lokal (homegrown democracy).

Indonesia mengambil inisiatif untuk memperluas  BDF. Kemajuan Tunisia dalam berdemokrasi mendorong kesepakatan kedua negara untuk meluncurkan BDF Chapter Tunis.  Diharapkan BDF Chapter Tunis ini menjadi forum internasional dalam penguatan demokrasi negara-negara di Afrika utara.

Selain persiapan pelaksanaan BDF cabang Tunisia, kedua Menteri Luar Negeri juga membahas rencana pelaksanaan Sidang Komisi Bilateral pada awal Oktober 2017.  Keduanya  sepakat untuk menjadikan usia 57 tahun hubungan bilateral ini sebagai momentum mempererat kerja sama di berbagai bidang, khususnya ekonomi. 

“Pelaksanaan SKB tersebut merupakan komitmen kedua negara untuk me-review status hubungan bilateral serta menggali potensi agar semakin mempererat hubungan kedua negara,” kata Retno.

Volume perdagangan Indonesia – Tunisa mengalami peningkatan pada semester pertama 2017 dibanding tahun lalu. Meski demikian, Retno Marsudi mengingatkan bahwa masih banyak bidang potensi kerjasama perdagangan yang bisa digali guna meningkatkan volume perdagangan.

NATALIA SANTI