http://go.oclasrv.com/afu.php?zoneid=1387600

Aktual

Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 September 2017

ASEAN Para Games 2017: Raih 39 Emas, Indonesia Dominasi Renang

Sport, Jakarta - Tim Indonesia berhasil menjadi juara umum cabang olahraga renang ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Indonesia meraih 39 medali emas sehingga melebihi target yang ditetapkan.

Pada pertandingan di Pusat Akuatik Nasional, Kuala Lumpur, pada hari terakhir, Jumat, tim renang Indonesia merebut lima medali emas dan memecahkan tiga rekor. Capaian itu membuat Indonesia menjadi juara umum cabang renang dengan koleksi total 39 medali emas, 13 medali perak dan 12 medali perunggu. Vietnam berada di posisi kedua dengan 15 emas, 22 perak dan 16 perunggu.

Raihan medali emas tim renang Indonesia lebih tinggi dari target yang ditetapkan yaitu 32 medali emas. "Penampilan anak-anak sangat memuaskan. Target keseluruhan kami 32 medali emas, tetapi kami penuhi dengan 39 medali emas," ujar pelatih tim renang Indonesia Dimin.

Pada hari terakhir kompetisi renang, Jumat, Jendi Panggabean mengawali perolehan emas dari nomor 200 meter gaya ganti perorangan SM9 dengan waktu dua menit 33,37 detik. Jendi memecahkan rekor ASEAN Para Games yang dia torehkan tahun 2015 di Singapura dengan catatan waktu dua menit 38,47 detik.

Ini adalah medali emas keempat Jendi di ASEAN Para Games ke-9 Kuala Lumpur setelah menggondol emas di nomor estafet 4x100 meter gaya bebas poin 34 putra pada Senin (18 September), nomor 400 meter gaya bebas S9 pada Rabu (20 September), dan nomor 100 meter gaya punggung S9 putra pada Kamis (21 September).

Emas kedua Jumat ini direbut Muhammad Samsi dari nomor 200 meter gaya ganti putra SM14 dengan catatan waktu dua menit 32,39 detik. Capaian ini memecahkan rekor waktu ASEAN Para Games yang sebelumnya dipegang Yoong Chung Wei asal Malaysia dengan dua menit 41,70 detik hasil laga tahun 2015 di Singapura.

Steven Sualang mempersembahkan emas ketiga untuk Indonesia di hari terakhir lomba renang dari nomor 50 meter gaya punggung S10 putra dengan waktu 32,15 detik.

Selanjutnya, emas datang dari Muhammad Bejita yang berlaga di nomor 50 meter gaya punggung S14 putra dengan waktu tercepat 29,50 detik. Bejita melampaui rekor ASEAN Para Games yang digenggam oleh perenang Singapura Lawrence Tay Wei dengan 34,52 detik yang dibuat tahun 2015 di Singapura.

Medali emas tersebut adalah yang keempat dari Muhammad Bejita untuk Indonesia. Dia telah menyumbangkan dua emas sekaligus pada Kamis (21/9) dari nomor 100 meter gaya punggung S14 putra dan nomor 50 meter gaya bebas S14 putra serta dari estafet 4x100 meter gaya ganti S14 putra pada Jumat.

Tim estafet 4x100 meter gaya ganti S14 putra itu merebut medali emas pamungkas dengan catatan waktu empat menit, 27,14 detik. Selain Muhammad Bejita, tim estafet di ASEAN Para Games 2017 ini beranggotakan Daniel Nugroho, Irfan Septiana dan Kevin Ode Natama.

ANTARA

Kamis, 21 September 2017

Bintang Timnas U-16: Insting Gol Sutan Zico Menurun dari Ayahnya

Sport, Jakarta - Nama Timnas Indonesia U-16 melawan Laos di laga terakhir kualifikasi Grup G.
 
EGI ADYATAMA

Resmi, 40 Cabang Olahraga Dipertandingkan di Asian Games 2018

Sport, Jakarta - Indonesia akhirnya akan mempertandingkan 40 cabang olahraga pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Kepastian itu didapat setelah kesepakatan dicapai di Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Kesepakatan OCA didapat dalam pertemuan yang digelar di sela-sela Pesta Olahraga Indoor dan Beladiri Asia, yang saat ini digelar di ibu kota Turkmenistan, Ashgabat, Kamis.

Dalam forum itu disepakati Asian Games akan mempertandingkan 40 cabang olahraga dan 462 medali emas untuk diperebutkan. Ini berarti kejuaraan multi-cabang itu lebih besar dibandingkan Olimpiade jika dihitung berdasarkan cabang olahraga dan pertandingan.

Namun, jumlah cabang itu kecil dibandingkan 42 cabang yang diumumkan OCA pada Maret. Namun, lebih banyak satu cabang dibandingkan 39 yang diajukan sebelumnya oleh komite Asian Games Indonesia (INASGOC).

"Sebelumnya, kami sudah menyepakati 39 cabang tapi kebijakan yang harus kami ikuti adalah kebijakan Olimpiade Jepang 2020, jadi itulah alasan mengapa ada tambahan satu cabang," kata sekretaris jenderal INASGOC Eris Herryanto, setelah Indonesia mengungkap rencana final mereka dalam rapat umum OCA pada Rabu.

"Kami didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dan mereka akan membangun semua infrastruktur," kata Herryanto kepada AFP. "Beberapa infrastruktur sudah jadi tapi sebagian besar akan selesai dibangun sebelum akhir tahun ini jadi kami yakin semua gedung olahraga sudah akan siap semua untuk tahun depan."

Herryanto menyatakan Indonesia antusia menggelar Asian Games 2018. "Sudah lebih dari 50 tahun sejak kami mengadakan Asian Games jadi kami sangat bersemangat dan tidak sabar lagi,” tambahnya.

Cabang olahraga yang dipertandingkan termasuk 33 cabang olahraga yang akan diikutkan di Olimpiade Tokyo 2020, ditambah cabang lain yang popular di Asia seperti cabang beladiri tambahan, sepak takraw, kabaddi, jet ski, paragliding, dan permainan kartu.

Indonesia hanya memiliki sedikit waktu untuk persiapan setelah setuju menjadi tuan rumah pada 2014 lalu ketika calon tuan rumah sebelumnya mengundurkan diri karena alasan biaya. Indonesia terakhir menjadi tuan rumah Asian Games adalah pada 1962, ketika pesertanya hanya  1.500 atlet dan hanya ada 13 cabang olahraga, yang membuat ajang olahraga itu akan mnjadi yang terbesar yang pernah diadakan Indonesia.

Rangkaian acara percobaan yang dicanangkan pada akhir tahun ini diundur ke Februari 2018. Tetapi delegasi Indonesia meyakinkan peserta rapat itu saat presentasi bahwa semua lokasi dan infrastruktur akan siap sebelum Asian Games 2018

Sport, Jakarta - Indonesia akhirnya akan mempertandingkan 40 cabang olahraga pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Kepastian itu didapat setelah kesepakatan dicapai di Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Kesepakatan OCA didapat dalam pertemuan yang digelar di sela-sela Pesta Olahraga Indoor dan Beladiri Asia, yang saat ini digelar di ibu kota Turkmenistan, Ashgabat, Kamis.

Dalam forum itu disepakati Asian Games akan mempertandingkan 40 cabang olahraga dan 462 medali emas untuk diperebutkan. Ini berarti kejuaraan multi-cabang itu lebih besar dibandingkan Olimpiade jika dihitung berdasarkan cabang olahraga dan pertandingan.

Namun, jumlah cabang itu kecil dibandingkan 42 cabang yang diumumkan OCA pada Maret. Namun, lebih banyak satu cabang dibandingkan 39 yang diajukan sebelumnya oleh komite Asian Games Indonesia (INASGOC).

"Sebelumnya, kami sudah menyepakati 39 cabang tapi kebijakan yang harus kami ikuti adalah kebijakan Olimpiade Jepang 2020, jadi itulah alasan mengapa ada tambahan satu cabang," kata sekretaris jenderal INASGOC Eris Herryanto, setelah Indonesia mengungkap rencana final mereka dalam rapat umum OCA pada Rabu.

"Kami didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dan mereka akan membangun semua infrastruktur," kata Herryanto kepada AFP. "Beberapa infrastruktur sudah jadi tapi sebagian besar akan selesai dibangun sebelum akhir tahun ini jadi kami yakin semua gedung olahraga sudah akan siap semua untuk tahun depan."

Herryanto menyatakan Indonesia antusia menggelar Asian Games 2018. "Sudah lebih dari 50 tahun sejak kami mengadakan Asian Games jadi kami sangat bersemangat dan tidak sabar lagi,” tambahnya.

Cabang olahraga yang dipertandingkan termasuk 33 cabang olahraga yang akan diikutkan di Olimpiade Tokyo 2020, ditambah cabang lain yang popular di Asia seperti cabang beladiri tambahan, sepak takraw, kabaddi, jet ski, paragliding, dan permainan kartu.

Indonesia hanya memiliki sedikit waktu untuk persiapan setelah setuju menjadi tuan rumah pada 2014 lalu ketika calon tuan rumah sebelumnya mengundurkan diri karena alasan biaya. Indonesia terakhir menjadi tuan rumah Asian Games adalah pada 1962, ketika pesertanya hanya  1.500 atlet dan hanya ada 13 cabang olahraga, yang membuat ajang olahraga itu akan mnjadi yang terbesar yang pernah diadakan Indonesia.

Rangkaian acara percobaan yang dicanangkan pada akhir tahun ini diundur ke Februari 2018. Tetapi delegasi Indonesia meyakinkan peserta rapat itu saat presentasi bahwa semua lokasi dan infrastruktur akan siap sebelum

Jepang Terbuka 2017: Fajar/Rian Tersingkir, Marcus/Kevin Lolos  

Sport, Jakarta - Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi wakil Indonesia tersisa di nomor ganda putra dalam turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka 2017. Pasangan lain, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, tersingkir pada babak kedua.

Marcus/Kevin melaju ke babak perempat final dengan menundukkan wakil tuan rumah, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dengan skor 21-13, 11-21, 21-18 dalam pertandingan di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Rabu, 21 September 2017.

Di game pembuka, Marcus/Kevin bisa mendominasi permainan tanpa mampu dikejar satu poin-pun oleh Hoki/Kobayashi. Namun di game kedua kondisi berbalik menjadi keunggulan wakil Jepang sepanjang laga hingga akhirnya mereka berhasil memaksakan dilangsungkannya game ketiga.

Sempat bermain ketat dengan saling susul angka di awal game pamungkas, pada posisi 9-10, duet Indonesia berhasil membalas dan mencetak empat angka tanpa balas untuk menjadikan skor 13-10.

Selepas itu, raihan poin Marcus/Kevin tidak bisa lagi dikejar atau didekati Hoki/Kobayashi. Duet Indonesia itu akhirnya mengunci kemenangan untuk tiket ke perempat final.

Meski memperoleh kemenangan, Marcus/Kevin mengaku konsentrasi mereka sempat beberapa kali terganggu menyusul keputusan wasit yang dinilai banyak merugikan mereka, terutama di game kedua.

Hal itu dibenarkan Kevin. "Kami cukup terganggu dengan keputusan wasit dan service judge, apalagi di game kedua. Kami cukup terganggu karena hal itu sehingga pada game tersebut kami tidak maksimal," ujarnya.

Sedangkan Marcus menyatakan dirinya dan Kevin bermain agak tergesa-gesa dan emosi. "Sebenarnya, mereka mainnya tidak terlalu susah atau sulit seperti apa. Hanya mungkin terbawa emosi kondisi di lapangan, jadi di game ketiga kami coba main agak tenang. Kalau main tenang, saya yakin bisa cepat dan menang jauh," ucapnya.

Di perempat final, Marcus/Kevin berhadapan dengan pasangan Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. Keduanya memimpin dalam pertemuan sebelumnya dengan rekor 2-1.

Langkah Marcus/Kevin gagal diikuti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Keduanya disingkirkan wakil tuan rumah Takuto Inoue/Yuki Kaneko dan kalah dengan skor 19-21, 19-21.

ANTARA

Praveen / Debby Lolos ke Perempat Final Jepang Terbuka 2017

Sport, Jakarta - Langkah pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, belum terbendung di turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka 2017. Keduanya lolos ke perempat final turnamen berlevel Super Series itu dengan mengalahkan wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Ashiwini Ponnapa, 29-27, 16-21, 21-12 di di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Rabu.

Praveen/Debby sempat tampil kedodoran di game pertama dan terus tertinggal perolehan angkanya dari lawan, bahkan hingga angka 16-20. Namun mereka mampu balik mengejar dan menyusul poin duet India dengan mengantongi lima angka tanpa balas 21-20.

Pasangan Indonesia itu akhirnya berhasil mengunci kemenangan game pembuka tersebut setelah terlibat delapan kali deuce dan membukukan kemenangan 29-27.

Debby mengakui, ia dan pasangannya banyak melakukan kesalahan sendiri di game itu. "Kami sempat ketinggalan mereka 20 duluan, tapi kami mikirnya lebih konsentrasi satu demi satu poin aja, karena pertandingan belum selesai juga," kata dia.

Praveen/Debby kembali kerepotan di game kedua dan harus merelakan gim kedua menjadi milik Rankireddy/Ponnapa. Namun, dalam game penentuan keduanya mampu menunjukkan taringnya dan menang dengan skor 21-12.

Praveen mengatakan, sudah tahu tentang lawannya ini karena pernah melihatnya di Piala Sudirman. "Jadi saya sudah mempersiapkan kalau harus main tiga game. Hanya tadi di game pertama dan kedua kami kebawa permainan mereka, seharusnya tidak boleh seperti itu. Makanya di game ketiga agak jauh, karena kami mengubah pola. Kami sudah lebih paham pola main mereka seperti apa dan harus bagaimana menghadapinya," kata dia.

Di perempat final Jepang Terbuka ini, Praveen/Debby masih menunggu lawan antara Kim Won Ho/Shin Seung Chan (Korea) dengan Wang Chi Lin/Lee Chia Hsin (Taiwan).

ANTARA

Rabu, 20 September 2017

Eko Yuli Minta Pemerintah Awasi Nutrisi Atlet Asian Games 2018

Sport, Jakarta - Lifter Eko Yuli Irawan Ingin meminta agar pemerintah lebih serius dalam memperhatikan asupan nutrisi dan gizi bagi para atlet Asian Games 2018. Selama ini, Eko mengatakan hal itu terkesan tak serius diurus dan mengakibatkan kondisi atlet tidak fit saat bertanding.

Hal ini, kata Eko, terjadi pada persiapan SEA Games 2017 lalu. "Tiga minggu sebelum berangkat SEA Games itu kami kena diare, hampir semua atlet. Mungkin saat itu karena makanan di hotel," kata Eko saat ditemui di rumahnya di daerah Bekasi Selatan, Selasa, 19 September 2017.
 
Lifter kelahiran Lampung itu mengatakan meski tak serentak, namun serangan diare dan panas dingin badan menyerang hampir seluruh atlet dan beberapa pelatih. Eko terkena serangan panas dingin dan harus rehat total selama seminggu.

Baca: Asian Games 2018: Menpora Ingin Pelatnas Terpusat di Cibubur
 
Alhasil, meski sudah lebih fit saat pertandingan, Eko mengatakan gagal menunjukkan performa puncaknya di SEA Games kemarin. "Mungkin kalau keadaannya tidak sakit, saya bisa lebih siap. Kalau kemarin ya hasilnya jadi seadanya" kata pria kelahiran 24 Juli 1989 itu.
 
Di nomor 62 kilogram andalannya, Eko akhirnya harus mengakui keunggulan lifter Vietnam dan harus puas dengan raihan perak. Hasil ini sekaligus menghentikan tradisi emas di nomor ini dari tiga SEA Games terakhir.

Eko mengatakan tak menyalahkan sakit yang dideritanya. Namun ia mengatakan hal tersebut sebenarnya bisa dihindari jika persiapan dan pengawasan nutrisi dan gizi para atlet benar-benar diawasi.
 
"Kita minum hanya suplemen pengganti makan dari sponsor yang diusahakan PB. Tapi kan di samping itu kita butuh vitamin penunjang otot agar besok siap latihan lagi, itu masih sangat kurang. Apa yang kita butuhkan memang belum terpenuhi," kata Eko.

Baca: Asian Games 2018: Eko Yuli Irawan Beli Alat Sendiri untuk Latihan

Manajer tim angkat besi Alamsyah Wijaya, mengatakan sejak bulan Januari 2017, uang akomodasi bagi para atlet memang belum turun sama sekali. Alhasil, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) harus menalangi ongkos hotel dan makan atlet selama ini.
 
Alamsyah menyayangkan tak adanya perhatian dari pemerintah terhadap cabang prioritas ini. "Fasilitas pendukung gak ada. Recovery medic gak ada di situ, kami harus cari di luar dengan biaya sendiri. Sedangkan minta lewat (Satlak) prima prosesnya lama," kata Alamsyah saat dihubungi Tempo beberapa waktu lalu.

Kemenpora sendiri mengatakan memang ada 14 cabang olahraga di SEA Games yang belum menyelesaikan masalah administrasi. Hal itu berdampak pada belum turunnya biaya akomodasi mereka.

Baca: Asian Games 2018: Kemenpora Berencana Naikkan Honor Pelatnas
 
"Karena cabang olahraga itu belum memberikan rincian penggunaan dana yang dihabiskan," ujar Plt Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Yuni Poerwanti. Meski begitu, Yuni belum dapat memastikan apakah cabang olahraga angkat besi, adalah salah satu dari 14 cabang yang ia maksud.

Eko pun berharap kondisi ini tidak terulang ke persiapan Asian Games 2018 mendatang. Apalagi sebagai tuan rumah, Indonesia harus lebih siap. Masalah akomodasi atlet ia harapkan tak kembali terulang.

EGI ADYATAMA

Asian Games 2018: Perekrutan Relawan Dijanjikan Bebas KKN

Sport, Jakarta - Pergelaran Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, memerlukan 13 ribu relawan. Proses perekrutan relawan dimulai bersamaan dengan peluncuran portal relawan http://volunteer.asiangames2018.id di Jakarta pada Senin 18 September 2013.

Proses perekrutan akan berakhir pada 25 Oktober 2017. Menurut Koordinator Human Resource & Volunteer Department, Rani Hakim, perekrutan ini melibatkan 10 lembaga negara untuk proses seleksi awal, dan bebas KKN.

“Para pelamar akan langsung masuk ke sistem, yang otomatis akan menyeleksi latar belakang pelamar. Seleksi awal ini dilakukan dengan sistem komputer yang dikelola oleh 10 lembaga negara yang bekerjasama dengan kami, untuk  masalah relawan. Jadi proses seleksinya benar-benar ketat, agar kita tidak kecolongan sehingga Asian Games 2018 dapat berjalan sesuai harapan. Tidak bisa juga berupa titip-titipan. Secara keseluruhan Asian Games 2018 memerlukan 13 ribu relawan,” ujar Rani.

Baca: Begini Persiapan Pemusatan Latihan Atlet Asian Games 2018

Rani berharap banyak generasi muda yang tertarik untuk melamar sebagai relawan Asian Games 2018, karena ini sangat jarang terjadi.

“Saya berharap banyak generasi muda yang tertarik untuk melamar. Bagi mereka yang diterima, disediakan uang makan, transportasi, seragam 3 pasang baju dan 2 celana. Sistem kerja juga 8 jam sehari, dan akan dibagi menurut shift. Setelah kegiatan berakhir, para relawan akan mendapatkan sertifikat,” kata Rani lagi.

Baca: Asian Games 2018: Menpora Ingin Pelatnas Terpusat di Cibubur

Disinggung soal besaran insentif yang diterima para relawan, Rani menolak menyebutkan angka. Kabarnya relawan akan menerima honor Rp 200-300 ribu/hari. Jika memang kebutuhan relawan adalah 13 ribu, maka untuk urusan honor relawan Asian Games 2018 memerlukan anggaran Rp 2,6-3,9 miliar untuk ajang yang digelar 18 Agustus-2 September. Namun Rani menampik untuk menyebutkan jumlah honor relawan.

“Soal besaran uangnya, itu belum ditentukan karena masih menunggu keputusan dari Pak Erick Thohir sebagai Ketua INASGOC. Tetapi yang pasti para relawan berhak mendapatkan uang makan, transportasi, dan seragam,” kata Rani lagi.

Baca: Asian Games 2018: Kemenpora Berencana Naikkan Honor Pelatnas

Sebelum diterjunkan ke Asian Games 2018, para relawan terpilih akan menjalani pelatihan pada 5-11 Desember 2017. Dalam pelatihan tersebut, sekaligus akan diberikan kontrak kerja.

Jadwal rekrutmen volunteer untuk test event Februari 2018
1. Pendaftaran online: 18 September-23 Oktober 2017
2. Pemanggilan calon volunteer yang telah berhasil melalui tahapan-tahapan yang ada: 20–25 November 2017
3. Grup diskusi dan wawancara: 27 November-02 Desember 2017
4. Penandatanganan kontrak volunteer Test Event: 12–16 Desember 2017

DON

Jepang Terbuka 2017: Praveen/Debby Lewati Rintangan Pertama

Sport, Jakarta - Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, mengalahkan pasangan Cina, Han Chengkai/Du Yue, di babak pertama turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka 2017. Bermain di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Rabu, Praveen/Debby menang 21-19, 21-18.

Keduanya tampil di Jepang setelah minggu lalu menjadi juara di Korea Terbuka. Praveen mengatakan, mereka tetap harus melakukan beberapa adaptasi di turnamen ni. "Hari ini bisa kami lewati dengan baik. Hanya tadi ada beberapa adaptasi saja mengenai pukulan dan lapangan," kata dia.

Di babak kedua keduanya akan menghadapi pasangan India yang datang dari babak kualifikasi, Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnapa. "Walau mereka datang dari kualifikasi, kami tidak mau lengah. Karena lawan siapapun kami harus waspada, memikirkan selangkah demi selangkah saja, tiap partai saja dulu dihadapi," ujar Debby.

Debby mengatakan kian termotivasi untuk tampil lebih baik di turnamen berlevel Super Series ini setelah juara di Korea. "Kemenangan kemarin tentu menambah motivasi untuk bisa lebih baik lagi, kami berharap bisa mengulang sukses yang sama kali ini," kata dia.

Praveen/Debby merupakan satu-satunya wakil ganda campuran Pelatnas PBSI Cipayung yang berlaga di turnamen ini setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang sebelumnya dijadwalkan turun, akhirnya ditarik mundur.

Turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka 2017 berlangsung dari 19-24 September 2017. Turnamen ini akan memperebutkan total hadiah sebesar US$ 325 ribu.

ANTARA

Selasa, 19 September 2017

Stefano Lilipaly Punya Tato 'Stay Gold' di Kakinya, Apa Artinya?  

Sport, Jakarta - Terdapat banyak tato di tubuh pemain gelandang Bali United Stefano Lilipaly. Namun yang menarik di bagian depan pergelangan dua kakinya terdapat sebuah tato bertuliskan Stay Gold. Kata Stay berada di pergelangan kaki kanan, sedangkan sebelah kiri bertuliskan Gold.

"Ini bukan tentang (benda) emas. Ini tentang sebuah mimpi," katanya di Kuta, Senin, 18 September 2017.

Menurut Lilipaly, tato sederhana yang dia buat di Belanda itu merangkum harapan dalam dirinya. Sepak bola, tutur dia, ingin dijalani sebagai pencapaian prestasi dalam kehidupannya.

Baca: 5 Pemain Timnas Indonesia Termahal, Stefano Lilipaly Teratas

"Kamu harus mengikuti cara yang diinginkan, seperti orang yang ingin kilauan emas. Itu misi dalam hidup saya," tutur pemain kelahiran, Arnhem, 10 Januari 1990.

Stefano Lilipaly resmi bergabung Bali United pada pertengahan bulan Agustus 2017. Pemain sepak bola keturunan Belanda-Indonesia itu terikat kontrak selama 3,5 tahun.

Sebelum ke Bali United, Lilipaly memperkuat SC Cambuur. Lilipaly pernah menjadi bagian timnas Belanda U-15 dan U-18. Namun, di tingkat senior, ia memilih untuk memperkuat timnas Indonesia. Bali United adalah klub kedua Lilipaly selama bermain di Liga Indonesia. Pada 2014, Lilipaly pernah memperkuat Persija Jakarta.

BRAM SETIAWAN

Asian Games 2018: Eko Yuli Irawan dan Kenangan Gembala Kambing

Sport, Jakarta - Asian Games 2018: Eko Yuli Irawan Beli Alat Sendiri untuk Berlatih

Suatu hari Eko--saat itu berumur 11 tahun-- dan dua kawannya sepakat untuk mendatangi dan bermain di tempat itu. Mereka kemudian diusir karena dianggap mengganggu latihan. Tak kapok, esoknya mereka menyamar dengan mengenakan celana pendek dan sepatu sekolah, agar bisa melihat latihan dari jarak dekat.
 
"Saat masuk, kami malah diajak latihan, disangkanya ada yang minat latihan," kata Eko saat ditemui Tempo di rumahnya di Bekasi, Selasa, 19 September 2017. Ia pun tergelak saat mengingat kawan-kawannya langsung mengeluh badan mereka sakit setelah mendadak diajak latihan angkat besi.


Eko Yuli Irawan meraih medali perunggu Olimpiade London 2012. AP/Mike Groll
 
Esoknya, Eko kembali datang ke tempat latihan yang berjarak 200 meter dari rumahnya itu. Namun salah satu temannya memutuskan tak ikut lagi karena merasa tak sanggup. Di hari ketiga, teman terakhirnya juga ikut berhenti berlatih. Menyisakan Eko sebagai yang paling muda di sana.
 
Eko mengaku bertahan di sana, karena senang berolahraga dan merasakan manfaat. "Anehnya saya gak seperti teman-teman saya, badan saya kok gak pegal-pegal (pasca latihan). Ya sudah saya putuskan untuk terus latihan," kata pria kelahiran Lampung, 24 Juli 1989 itu.
 
Sebulan setelah rutin berlatih, pelatih di tempat latihan itu melihat keuletan dan potensi Eko. Mulai saat itu, tiap bulannya, Eko mulai mendapat uang saku sebesar Rp 2.500 per minggunya. Meski pas-pasan, namun Eko mengatakan uang itu ia gunakan untuk jajan dan tak lagi meminta uang kepada orang tuanya.


Eko Yuli Irawan meraih medali perak di Olimpiade 2016 di Brasil. REUTERS/Yves Herman
 
Seiring perkembangan teknik dan angkatannya, uang saku Eko terus bertambah. Padahal latihan itu ia lakukan di tengah aktifitas sekolah dan menggembalakan kambing tetangganya.
 
"Sering dulu kambing saya tinggalkan saja di lapangan, dan saya tinggal berlatih," kata dia mengenang masa mudanya. Tak jarang saat ia pulang, kambing sudah tak ada dan ia harus berkeliaran lebih lama untuk mencarinya.
 
Setahun berlatih, buah kerja keras dan latihan Eko mulai menunjukkan hasil. Eko dikirim ke Indramayu, Jawa Barat, untuk mewakili Kalimantan Selatan di kejuaraan nasional tingkat remaja. Di sana ia menyumbang emas di nomor 35 kilogram.
 
Sejak saat itu, Eko terus berkembang hingga pada 2006 ia dipanggil ke pelatnas. Dukungan dari orang tua pun terus mengalir setelah pelatih menjelaskan potensi dan minat Eko di cabang olahraga itu.
 
Setelah berhasil menyumbang emas di nomor 56 kilogram pada SEA Games 2007 di Thailand, nama Eko mulai dikenal di tingkat internasional. Ia pun mampu tampil konsisten dan selalu menyumbang medali di tiap kejuaraan.  


Eko Yuli Irawan gagal meraih emas dan harus puas dengan preak di SEA Games 2017.

Puncaknya, pada 2012 ia menyumbang perunggu di Olimpiade London dan pada 2014 menyumbang perak di Kejuaraan Dunia di Kazakhstan. Saat itu Eko telah naik dari nomor 56 kilogram ke 62 kilogram.
 
Di Olimpiade Rio de Janeiro Brasil, Eko kembali menyumbang medali, kali ini ia berhasil merebut perak. Sayang di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia, Eko yang menjadi salah satu tumpuan, harus kalah dari lifter Vietnam dan hanya meraih perak.
 
Eko merupakan anak pertama dari Saman dan Wastiah. Ia memiliki dua adik. Adik pertamanya, saat ini ikut menjadi atlet dan mewakili Kalimantan Timur. Pada 2011, ia menikahi atlet angkat besi lain, Masitoh, yang menyumbang perunggu di SEA Games 2011 di Jakarta - Palembang. Mereka saat ini telah dikaruniai seorang anak perempuan.
 
Meski telah lama berkecimpung di dunia angkat besi, belum ada niatan bagi Eko untuk pensiun. Ia mengatakan masih ingin bertanding untuk beberapa tahun ke depan, bahkan setelah Asian Games 2018. "Target saya (bertanding) di Olimpiade 2020 (di Tokyo)," kata Eko Yuli Irawan.
 
EGI ADYATAMA

Jika Tekuk Thailand, Pintu Timnas Indonesia U-16 ke Final Terbuka

Sport, Jakarta - Timnas Indonesia U-16 harus mengalahkan Thailand, jika ingin lolos dari kualifikasi Piala AFC U-16 2018. Indonesia dan Thailand akan bertanding di Stadion Rajamangala, Bangkok, Rabu 20 September 2017.

Kemenangan atas tuan rumah akan memperlebar kesempatan Indonesia untuk lolos ke babak final Piala AFC U-16 2018, yang akan digelar 20 September–7 Oktober 2018 di Malaysia. Posisi Indonesia saat ini sangat baik, karena memimpin klasemen Grup G.

Baca: Piala AFC U-16, Fakhri: Timnas Indonesia U-16 vs Thailand 50:50

Setelah Thailand, Indonesia akan menghadapi Laos di laga akhir pada 22 September mendatang. Di atas kertas Laos tidak seberat Thailand, meskipun tim ini juga mengalahkan Indonesia dalam Piala AFF U-15 pada Juli lalu di Chonburi, Thailand. Indonesia kalah 0-2 dari Laos kala itu.

Baca: Indonesia Vs Thailand, Kapten Timnas U-16 Yakin Bisa Balas ...

Sebanyak 15 tim dari babak kualifikasi Piala AFC U-16 2018 berhak lolos ke babak final di Malaysia. Dari jumlah 15 tim itu, sebanyak 10 tim merupakan juara di masing-masing grup sedangkan 5 lagi diambil dari runner up terbaik. Satu tim yang berhak ikut tanpa kualifikasi adalah tuan rumah Malaysia.

Dalam Piala AFC U-16 2018 di Malaysia, 16 tim yang lolos akan dibagi dalam 4 grup. Juara dan runner up grup lolos ke perempat final, dan diadu untuk menentukan 4 tim yang berhak ke semi final.

“Saya mohon doa dan dukungan suporter Indonesia di tanah air maupun di Thailand. Semoga kami bisa mempersembahkan kemenangan saat melawan Thailand besok,” kata Fakhri Husaini, pelatih timnas Indonesia U-16.

Baca: Timnas Indonesia U-16 Benahi Lini Tengah dan Belakang

Timnas Indonesia U-16 berpeluang menjadi salah satu runner up terbaik, berkat selisih gol yang besar usai kemenangan superior, 18-0 atas Kepulauan Mariana Utara dan 3-1 atas Timor Leste. Namun jika ingin langkah Garuda Muda aman, Thailand harus dikalahkan.

Klasemen Grup G Kualifikasi Piala AFC U-18 (19/9)
1.    Indonesia       2  0  0  21-1   6
2.    Thailand         1  0  0  10-0   3
3.    Timor Leste     1  0  1    6-5   3
4.    Laos               0  0  1    2-5   0
5.    Mariana Utara  0  0  2   0-28  0

DON

Senin, 18 September 2017

Piala AFC U-16, Fakhri: Timnas Indonesia U-16 vs Thailand 50:50

Sport, Jakarta - Timnas Indonesia U-16 akan menghadapi pertandingan berat melawan Thailand dalam kualifikasi Piala AFC U-16 Grup G, di Stadion Rajamangala, Bangkok, Rabu malam 20 September 2017. Pelatih Fakhri Husaini memandang peluang kedua tim 50:50.

“Pertandingan berikutnya melawan Thailand tidak mudah dan bakal berlangsung ketat. Saya berharap para pemain mampu menjaga kebugaran dan performa penuh semangat seperti yang ditunjukkan saat melawan Mariana Utara dan Timor Leste. Kita memang pernah kalah 1-0 dari Thailand, tetapi kali ini peluang kita 50:50,” kata Fakhri.

Baca: Jadwal dan Klasemen Piala AFC U-16: Timnas Indonesia Vs Thailand

Indonesia yang saat ini memimpin Grup G berkat kemenangan 18-0 atas Kepulauan Mariana Utara dan 3-1 atas Timor Leste, harus benar-benar waspada melawan tuan rumah besok. Garuda Muda pernah ditaklukkan Thailand 0-1 dalam ajang Piala AFF U-15 2017, Juli lalu di Chonburi, Thailand.

Dalam Piala AFF U-15 2017 tersebut, Indonesia diyakini mampu berprestasi tinggi. Ternyata Garuda Muda yang digadang-gadang bersinar, justru melempem. Dari 5 kali bertanding di Grup A, Indonesia hanya menang sekali, seri sekali, dan kalah 3 kali.

Kekalahan Indonesia diperoleh dari Thailand 0-1, Laos 2-3, dan tim undangan Australia 3-7. Hasil seri didapat saat melawan Myanmar dengan skor 2-2, dan menang 2-0 atas Singapura. Pencapaian Indonesia hanya menduduki peringkat ke-5 dari 6 tim di Grup A.

Baca: Timnas Indonesia U-16 Tekuk Timor Leste, Fakhri Puji Sutan Zico

Thailand sendiri menjadi runner up Piala AFF U-15 2017, setelah kalah adu penalti 2-4 dari Vietnam di babak final. Sepanjang laga di babak penyisihan grup, Thailand memenangi seluruh 5 pertandingan.

“Indonesia adalah tim yang kuat, dan sejak awal kami sudah mewaspadai mereka. Kami harus berhati-hati,” kata Salvador Valero Garcia, pelatih Thailand soal laga besok.

Laga melawan timnas Indonesia U-16 di kualifikasi Piala AFC U-16 Grup G merupakan yang kedua untuk Thailand. Pada pertandingan pertama Senin 18 September, Thailand menggulung Kepulauan Mariana Utara dengan skor 10-0.

AFC | DON

Asian Games 2018 Butuh 15 Ribu Relawan, Ini Rinciannya

Sport, Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 hanya di Tempo.co

ANTARA

Minggu, 17 September 2017

Menteri Imam Berharap Liga Santri Lahirkan Penerus Rafli Timnas U-19

Sport, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membuka Liga Santri Nasional 2017 region Jawa Timur I bersama Bupati Trenggalek Emil Dardak, Ahad, 17 September 2017. Imam mengatakan liga di tingkatan grassroots seperti ini sangat dibutuhkan untuk mencari bibit-bibit pemain muda Indonesia.
 
"Para pemain LSN saat ini adalah potensi yang menjadi solusi. Pemerintah akan terus mendorong diputarnya kompetisi di usia dini, seperti Piala Menpora U-9, U-12, U-14, U-16, dan U-18 yang telah dipusatkan di Magelang, Jawa Tengah," ujar Menteri Imam dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 18 September 2017.
 
Imam mengatakan ingin memberikan peluang kepada anak-anak Indonesia untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Apalagi kompetisi LSN sebelumnya telah terbukti menelurkan pemain berkualitas seperti Rafli Nursalim.
 
Rafli merupakan striker timnas U-19 yang sempat menjadi top scorer di LSN sebelumnya. Tampil membela timnas di ajang AFF U-18 di Myanmar, Rafli menyumbang enam gol dan ikut membantu timnas U-19 meraih posisi ketiga.
 
"Dari LSN yang diinisiasi Cak Imin (Muhaimin Iskandar), kita tahu ada Rafli Nur Salim dari Ponpes As'ariyah, Tangerang, yang telah memperkuat timnas Indonesia. Ke depan, kita akan dorong para atlet LSN masuk Liga Mahasiswa dan liga-liga lain. Maka akan semakin mudah dalam pencarian atlet bibit unggul pada masa yang akan datang," tutur Imam.
 
Ketua Panitia LSN 2017 Abdul Gofar Rozin mengatakan kick off LSN region 1 Trenggalek ini adalah yang terakhir di Jawa Timur sebelum LSN memasuki seri nasional pada 22 Oktober mendatang. Total, ada 1.048 pesantren se-Indonesia yang ikut LSN 2017. Jumlah ini meningkat dari tahun 2016 yang hanya 830 pesantren.
 
EGI ADYATAMA

 

POPNAS XIV 2017: DKI Jakarta Sementara Pimpin Klasemen Medali

Sport, Jakarta - DKI Jakarta untuk sementara memimpin perolehan medali Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV, yang digelar di Jawa Tengah pada 10-21 September 2017. Kontingen ibu kota hingga Minggu 17 September mengoleksi 39 emas, 22 perak, 27 perunggu.

POPNAS XIV dibuka oleh Menpora, Imam Nahrawi, di Semarang pada 12 September lalu. Ajang pesta olahraga multicabang pelajar nasional ini diikuti 6200 atlet dari 34 provinsi yang berlaga dalam 25 cabang olahraga.

"Festival di usia dini dan pelajar ini adalah fondasi penting untuk kita memastikan di saat-saat yang akan datang agar kita tidak kekurangan stok atlet,” ujar Menpora saat membuka POPNAS XIV.

Baca: Asian Games 2018: Kemenpora Berencana Naikkan Honor Pelatnas

Selama ini POPNAS merupakan puncak piramid pembinaaan olahraga pelajar nasional. Para atlet yang diterjunkan ke POPNAS, sudah melalui tahapan kompetisi di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Setelah itu meningkat ke Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL), dan berujung di POPNAS.

POPNAS XIII 2015 digelar di Jabar, dan tuan rumah menjadi juara umum saat itu. Hingga pekan ini, Jabar masih berada di peringkat ke-3 klasemen medali, dengan raihan 26 emas, 28 perak, 32 perunggu. Tuan rumah Jateng yang menuai 22 emas, 21 perak, 28 perunggu menempati urutan ke-4, di bawah Jatim yang mengumpulkan 23 emas, 20 perak, 23 perunggu.

POPNAS | DON

Akhiri Paceklik Gelar Setahun Lebih, Praveen/Debby Juara di Korea

Sport, Jakarta - Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, masa paceklik panjangnya dengan menjuarai turnamen bulu tangkis Korea Terbuka 2017 ini, selain dari Praveen/Debby, Indonesia juga merebut gelar juara dari Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan pemain Indonesia lain, Jonatan Christie. Adapun Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamujo hanya jadi runner-up.

ANTARA

Korea Terbuka: Anthony Ginting Raih Gelar Super Series Pertamanya

Sport, Jakarta - Pemain tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, berhasil menjuarai turnamen internasional dan super series perdananya di kejuaraan bulu tangkis Korea Terbuka 2017, Indonesia mampu membawa pulang dua gelar juara. Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto juga berhasil menduduki podium tertinggi. Sedangkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamujo hanya jadi runner-up.

ANTARA

Praveen / Debby dan Anthony Ginting Juara di Korea Terbuka 2017

Sport, Jakarta - Indonesia berhasil merebut dua gelar juara di turnamen bulu tangkis super series Korea Terbuka 2017 di SK Handball Stadium, Seoul, Minggu. Kedua gelar itu dipersembahkan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto dan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting.

Praveen/Debby menjadi juara dengan mengalahkan pasangan Cina, Wang Yilyu/Huang Dongping, 21-17, 21-18. Gelar turnamen super series ini menjadi yang pertama mereka raih di tahun 2017. terakhir kali mereka menjadi juara pada All England 2016.

Adapun Anthony menjadi kampiun setelah menang dari pemain Indonesia lainnya, Jonatan Christie, dengan skor 21-13, 19-21, 22-20. Ini menjadi gelar juara super series pertama bagi Anthony.

Sementara itu, satu wakil Indonesia lain, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamujo, harus puas dengan posis runner-up. Di partai puncak kaduanya dikalahkan pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 19-21, 21-19, 15-21.

ANTARA

Piala AFF U-18: Gilas Myanmar 7-1, Timnas Indonesia U-19 Urutan Ke-3

Sport, Jakarta - Timnas Indonesia U-19 menggilas Myanmar 7-1 dalam laga perebutan tempat ketiga Piala AFF U-18 2017. Pertandingan digelar di Stadion Thuwunna, Yangoon, Minggu sore, 17 September 2017.

Lima gol Indonesia dicetak oleh Rafli Mursalim di menit ke-14 dan 59, Witan Sulaiman di menit ke-27, Egy Maulana Vikri pada menit ke-35 dan 86, serta Hanis Saghara Putra di menit ke-72 dan 93.

Myanmar yang berusaha membalas kekalahan dari 1-2 Indonesia dalam laga di Grup B pada 5 September lalu, tampil menekan. Permainan keras ditunjukkan Myanmar, dengan hasil satu kartu kuning yang dikeluarkan untuk Soe Moe Kyaw di babak 1.

Baca: Piala AFF U-18: Ini Starter Timnas Indonesia U-19 Kontra Myanmar

Myanmar terus berusaha menyerang untuk mengejar ketinggalan 0-3 di babak 1, namun justru rasa frustrasi yang muncul akibat selalu gagal menembus gawang Indonesia. Rasa frustrasi itu ditunjukkan dengan permainan kasar yang dilakukan Myanmar.

Taktik serangan balasan Indonesia tampak lebih efektif untuk menembus pertahanan Myanmar yang terbuka. Hasilnya 3 gol bersarang di gawang Myanmar dalam 35 menit di babak pertama, ditambah 4 gol lagi di babak 2.

Gol Myanmar lahir di menit ke-92 melalui kaki Pyae Sone Naing, dengan tembakan dari luar kotak penalti yang berhasil menaklukkan kiper M. Aqil Savik.

Kemenangan 7-1 atas Myanmar, membuat timnas Indonesia U-19 menempati peringkat ke-3 Piala AFF U-18 2017. Final turnamen ini mempertemukan Thailand vs Malaysia, yang digelar di tempat yang sama pada Minggu malam.

DON

Piala AFF U-18: Babak 1, Timnas Indonesia U-19 3 vs 0 Myanmar  

Sport, Jakarta - Timnas Indonesia U-19 memimpin 3-0 atas Myanmar dalam babak pertama laga perebutan tempat ketiga Piala AFF U-18 2017. Pertandingan digelar di Stadion Thuwunna, Yangoon, Minggu 17 September 2017.

Tiga gol Indonesia dicetak oleh Rafli Mursalim di menit ke-14, Witan Sulaiman di menit ke-27, dan Egy Maulana Vikri pada menit ke-35.

Baca: Cerita di Balik 5 Julukan Pemain Timnas Indonesia U 19

Myanmar yang berusaha membalas kekalahan dari 1-2 Indonesia  dalam laga di Grup B pada 5 September lalu, tampil menekan. Permainan keras ditunjukkan Myanmar, dengan hasil satu kartu kuning yang dikeluarkan untuk Soe Moe Kyaw.

Taktik serangan balasan Indonesia tampak lebih efektif untuk menembus pertahanan Myanmar yang terbuka. Hasilnya tiga gol bersarang di gawang Myanmar dalam 35 menit di babak pertama.

Hingga wasit meniup peluit tanda usai babak pertama Piala AFF U-18 2017, keunggulan timnas Indonesia U-19 atas Myanmar masih tetap 3-0.

DON