Nasional, Boyolali - Ganjar Pranowo mulai berkampanye menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada 2018 mendatang. Gubernur Jawa Tengah itu mengungkapkan tiga modal yang ia miliki untuk maju kembali dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada 2018.
Pertama, Ganjar mengklaim pelayanan masyarakat yang baik. “Ini kan jarang, ada orang yang mau menuliskan soal reformasi birokrasi yang saya banggakan," kata Ganjar seusai menyambut kepulangan rombongan haji dari Kota Semarang di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali pada Selasa, 12 September 2017.
Baca juga: PAN Usung Taufik Kurniawan di Pilgub Jawa Tengah 2018
Ganjar mengklaim banyak terjadi perubahan perilaku birokrasi di Jawa Tengah setelah dirinya menjabat sebagai gubernur sejak 2013. "Bukan berarti saya membanggakan diri, tetapi sekarang kan pelayanan masyarakat jadi lebih mudah, murah, cepat, transparan, dan semakin tidak korupsi," kata Ganjar.
Hal kedua yang yang diklaim Ganjar sebegai keberhasilannya selama menjadi Gubernur Jawa Tengah adalah pernah mendapatkan penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai daerah yang paling baik dalam melaporkan gratifikasi. "Kalau dibandingkan dengan jalan mulus, saya lebih bangga itu," kata Ganjar.
Baca juga: Pilgub Jawa Tengah, Gerindra Mengukur Kinerja Ganjar Pranowo
Disinggung ihwal adanya dua kepala daerah di Jawa Tengah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Ganjar berujar, hal itu terjadi karena di luar otoritasnya. Dua kepala daerah tersebut adalah Bupati Klaten Sri Hartini dan Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno.
"Kalau otoritas saya diizinkan seperti di Provinsi DKI Jakarta, pasti saya paksa mereka (agar tidak korupsi). Di sini dipaksa tapi mbanggel (tidak menurut), saya bisa apa. Mereka juga dipilih langsung oleh rakyat," kata Ganjar.
Baca juga: Pilgub Jawa Tengah 2018, Bupati Boyolali: Yang Pro-Ganjar Cuma 2
Adapun hal ketiga yang membuat Ganjar yakin dirinya punya modal untuk maju lagi sebagai Gubernur Jawa Tengah, adalah soal penanganan kemiskinan. Padahal, isu tingginya angka kemiskinan di Jawa Tengah akhir-akhir ini menjadi amunisi bagi lawan politiknya untuk menggoyahkan popularitas Ganjar.
"Kemiskinan di Jateng memang masih lumayan. Tapi dibandingkan dengan seluruh daerah di Indonesia, penurunan kemiskinan di Jateng paling tinggi, mencapai 43.000 keluarga sepanjang September 2016 - Maret 2017. Itu data dari BPS (Badan Pusat Statistik) lho, bukan dari saya" kata Ganjar.
Baca juga: Pilgub Jateng, Ganjar Pranowo Kirim Utusan Ambil Formulir di PDIP
Ganjar Pranowo menambahkan, program-program untuk mengentaskan kemiskinan masih menjadi prioritasnya jika kembali terpilih sebagai Gubernur Jawa Tengah pada 2018. "Kemiskinan itu sebenarnya tidak sektoral. Itu situasi kondisi yang perlu dikeroyok. Itu masih akan saya dorong lagi besok," kata Ganjar sembari bergegas menuju mobilnya. "Saya pamit dulu ya, ini mau rapat dengan Presiden Jokowi," ujarnya.
DINDA LEO LISTY