http://go.oclasrv.com/afu.php?zoneid=1387600

Aktual

Jumat, 01 September 2017

Kebakaran Kalibaru: Wali Kota Husein Janji Bantu Korban

Metro, Jakarta - Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad mendatangi lokasi kebakaran dan pengungsian warga di Kelurahan Kalibaru, Jakarta Utara, hari ini, Jumat, 1 September 2017.

Husein memastikan kebutuhan dasar dari para korban kebakaran terpenuhi. "Kami akan mencukupi kebutuhan makan warga selama tiga hari," kata Murad kepada Tempo pada saat meninjau kios dan kontrakan yang terbakar. "Bantuan berupa selimut dan pakaian juga akan kami berikan."

Wali Kota juga menyatakan telah memerintahkan Dinas Sosial, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberikan bantuan kepada korban. Kelurahan Kalibaru wajib memastikan tersedianya fasilitas kesehatan dan kebersihan seperti mandi, cuci, kakus (MCK) bagi korban.

Kebakaran di komplek kios dan kontrakan di Pasar Kalibaru terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dini hari tadi. Api yang melalap 48 bangunan tersebut dapat dipadamkan sekitar pukul 05.30. Satu warga meninggal bernama Adi yang diperkirakan tertidur saat kebakaran terjadi. Menurut Suku Dinas Damkar Jakarta Utara, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik.

Husein belum bisa memastikan angka pasti taksiran kerugian akibatkan musibah kebakaran tersebut. "Yang pasti ada 16 kios dan 32 rumah kontrakan terkena kebakaran," ucapnya.

Setelah mengunjungi lokasi kebakaran, Husein menuju tempat pengungsian korban di Sasana Krida Karang Taruna, Kelurahan Kalibaru. Di situ dia berbincang dan mendengarkan keluh kesah korban. Salah satu korban kebakaran bernama Uci menceritakan bahwa kontrakan yang terbakar itu adalah satu-satunya tempat tinggalnya. "Saya sudah nggak punya saudara juga, Pak," tuturnya kepada Wali Kota Husein.

MUHAMMAD NAFI'

 

 

Bus Indonesia Tabrak Mobil dan Motor di Kudus, 5 Orang Tewas

Nasional, Kudus -Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lingkar Kudus, Jawa Tengah, pada Kamis 31 Agustus 2017 lalu. Kecelakaan ini melibatkan Bus Indonesia yang dikemudikan Ikhwan Mukminin, 46 tahun.

Ikhwan yang mengemudikan Bus Indonesia dalam kecepatan tinggi itu diduga hendak mengejar lampu hijau, namun tidak berhasil sehingga dia membanting setir ke kiri, namun nahas bus itu justru terguling ke kanan dan menimpa sejumlah pengendara motor dan mobil. Hingga hari ini sebanyak lima orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat kecelakaan itu.

Menurut Direktur Umum Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, Pujianto, korban yang pada Kamis malam ini meninggal sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Korban yang meninggal pukul 22.00 WIB tersebut, atas nama Kartini, 60 tahun, asal Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus.

Sebanyak empat korban meninggal lainnya, kata dia, diterima rumah sakit dalam kondisi sudah meninggal, yakni Edi Handoko (36) dan Sri Mulyaningsih (36), keduanya warga Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kudus.

Baca juga: Bus Tabrak 4 Motor dan 1 Mobil di Brebes, Balita Tewas Terlindas

Dua korban lainnya, yakni atas nama Falikhul Akhsan (29) asal Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus dan Joko Purwanto (38) asal Kelurahan Wergu, Kecamatan Kota, Kudus.

Ia mencatat jumlah korban kecelakaan yang dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus 56 orang.

Dari jumlah tersebut, empat di antaranya merupakan korban yang sudah meninggal saat datang di RS Mardi Rahayu dan satu korban meninggal setelah sempat menjalani perawatan, sedangkan 17 orang harus menjalani rawat inap, serta 33 orang rawat jalan.
"Dua orang batal dilayani karena saat dipanggil tidak ada," ujarnya.

Selain dilarikan ke RS Mardi Rahayu Kudus, korban kecelakaan yang melibatkan Bus Indonesia serta tujuh sepeda motor dan empat kendaraan roda empat, juga ada yang dilarikan ke RS Umum Daerah Loekmono Hadi Kudus.

Juru Bicara RSUD Loekmono Hadi Lely mengungkapkan korban kecelakaan yang diterima tercatat 12 orang, 10 di antaranya hanya menjalani rawat jalan, sedangkan dua orang menjalani rawat inap.

Ia mengatakan dua orang yang menjalani rawat inap tersebut, satu di antaranya hanya luka memar, sedangkan satunya mengalami patah tulang (fraktur).

Rencananya, lanjut dia, pasien korban kecelakaan yang mengalami patah tulang akan menjalani operasi pada Senin 4 September 2017.

Lima korban meninggal diperkirakan merupakan pengendara sepeda motor, mengingat semuanya warga dari Kecamatan Undaan yang hendak menuju Kota Kudus.

Sopir Bus Indonesia terancam hukuman lima tahun penjara karena melanggar Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

ANTARA

Celine Evangelista Bintangi Film Horor Ruqyah: The Exorcism

Seleb, Jakarta - Film horor Indonesia kembali meramaikan layar bioskop Tanah Air, kali ini lewat Ruqyah: The Exorcism yang dipersembahkan MD Pictures berasosiasi dengan PIC House. Film yang dibintangi oleh Celine Evangelista dan Evan Sanders dibuat berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada pertengahan 2012.

Baca: Warkop DKI Reborn Part 2, Lebih Seru dari Film Sebelumnya?

Dikisahkan, Mahisa (Evan Sanders) ingin menolong Asha (Celine Evangelista) yang merasa diganggu oleh keberadaan makhluk halus. Pada awalnya, Mahisa tidak percaya akan cerita Asha. Namun, setelah menjadi saksi berbagai kejadian aneh, akhirnya Mahisa berusaha untuk menyelamatkan Asha dari makhluk yang mengusik kehidupannya.

Lewat saran dari seorang ahli agama, Mahisa mendapati bahwa Asha ternyata kerasukan. Ia berniat untuk melakukan sebuah ritual yang disebut mampu melepas Asha dari penderitaannya: ruqyah.Celine Evangelista, sejumlah aktor yang terlibat adalah Hikmal Nasution, Mega Caferansa, Alfie Alfandie, Zahra Jasmine, Torro Margens, Vinnia Kuntadi, Ratu Azalia, dan Reza Kellink.

ANTARA

 

 

Idul Adha, Wali Kota Tegal Siti Masitha Dikunjungi Anak-anaknya

Nasional, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno hari ini mengunjungi kakaknya Wali Kota Tegal nonaktif Wali Kota Tegal Siti Masitha Salat Idul Adha Dikawal Petugas KPK

Pada hari raya Idul Adha, Wali Kota Tegal yang akrab disapa Bunda Sitha ini mendapat kunjungan Eddy dan keempat anaknya. Mereka mengunjungi Siti Masitha sambil membawakan makanan.

"Tadi juga sudah ketemu, saya dan empat putra-putrinya. Didoakan saja biar ke depannya tetap sehat," ujar Eddy.

Sitha ditangkap penyidik KPK dalam operasi tangkap tangan di rumah dinasnya, di Tegal, pada Selasa, 29 Agustus 2017. Sitha ditetapkan sebagai tersangka sehari setelah penangkapan.

Siti Masitha Soeparno diduga menerima suap terkait pengelolaan dana jasa kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah, Tegal. Selain itu, dia juga diduga menerima fee proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Tegal tahun anggaran 2017.

FAJAR PEBRIANTO

Polisi Pastikan Akan Pidanakan Pengguna Jasa Saracen

Nasional, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto berjanji akan mengusut tuntas kasus pidana ujaran kebencian yang diduga dilakukan kelompok Saracen. “Sampai ke akarnya, sampai nol,” kata Ari seusai salat Idul Adha di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, pada Jumat, 1 September 2017.

Polisi akan menyelidiki hingga siapa yang pernah menggunakan jasa Saracen. “Dananya kalau memang ada siapa yang bayar, berapa dibayar, untuk apa?"

Baca:
Aktivitas Pemred Saracen News Jasriadi Menurut Adiknya
Siapa Saja Pemesan Konten Hoax ke Saracen?

Ari memastikan bahwa pengguna jasa Saracen bisa terkena pidana. "Menyuruh melakukan sesuatu yang melanggar hukum, kan gitu."

Jaringan Saracen memasang tarif yang tidak sedikit untuk pemesan jasanya.

Baca juga:
Salat Idul Adha di Sukabumi, Jokowi Ikut Jejak Soekarno
Ini Isi E-mail Novel Baswedan yang Dianggap Menghina ...

Kepala Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Komisaris Besar Irwan Anwar, merinci tarif jasa yang ditawarkan Saracen, sebagai berikut:

Untuk pembuatan website atau blog Rp15 juta per bulan. Jasa untuk buzzer dengan jumlah 15 orang masing-masing dihargai Rp 3 juta atau totalnya Rp 45 juta. Jasa untuk koordinator Rp 5 juta dan jasa untuk media Rp 7 juta.

Jika pemesan setuju dengan tarif itu, konten akan disiapkan dan kemudian diunggah melalui akun-akun yang dimiliki Saracen.

ANDITA RAHMA

 

 

Doli Kurnia Dipecat, Agung Laksono Minta Golkar Tetap Kompak

Nasional, Jakarta - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono berharap konflik yang terjadi antara Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia dengan pengurus partai dapat diselesaikan dengan baik oleh kedua belah pihak.

"Saya harap tidak perlu memperbesar persoalan ini. Semoga bisa selesai dengan baik agar soliditas kekompakan tetap terjaga karena banyak pekerjaan besar lainnya," kata Agung ketika dihubungi pada Jumat, 1 September 2017.

Ia menganggap kedua pihak dapat berkomunikasi dengan baik tanpa perlu dimediasi.
"Keduanya bisa berkomunikasi kok. Kalau dua pasukan yang memang tidak bisa berkomunikasi mungkin perlu mediasi. Tapi kan sesama teman sendiri mungkin bisa lah langsung saja," kata Agung.

Baca juga: Gerakan Golkar Bersih Didukung 17 Politisi Ini

Pendapat ini disampaikan Agung merespon pemecatan Ahmad Doli Kurnia oleh DPP Partai Golkar. Ahmad Doli Kurnia dipecat setelah sebelumnya diberikan surat teguran karena menyuarakan kampanye Gerakan Golkar Bersih.

Dalam kampanyenya itu Doli dan rekan-rekannya di Generasi Muda Partai Golkar mendesak Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik oleh KPK agar mundur dari jabatannya.

Agung mengatakan dirinya menghargai keputusan DPP selama pemecatan tersebut sesuai prosedur. Pasalnya, kepada Agung, Doli mengatakan dirinya belum pernah menerima surat panggilan dari partai.

Baca juga: Sekjen Golkar: Pemecatan Ahmad Doli Sesuai Aspirasi Partai

Sementara ketika dikonfirmasi Agung, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan pemecatan tersebut sudah sesuai prosedur.

"Menurut Pak Idrus dia sudah memanggil Doli, malah sudah ditawarkan jabatan. Bagaimanapun Doli ini kan anggota KOSGORO (Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong), jadi ada kewajiban moril untuk bertanya ke dia. Saya sebenarnya wallahualam, tapi itu kata Pak Idrus pada saya," kata Agung.

BUDIARTI UTAMI PUTRI

Jangan Mengkonsumsi Daging Lebih dari Selebar Telapak Tangan

Gaya, Jakarta - Ahli nutrisi dr Tan Shot Yen menyarankan agar masyarakat tidak mengonsumsi daging secara berlebihan. Menurut dia porsi yang aman untuk dimakan adalah daging selebar telapak tangan.

"Ini untuk menghindari kandungan lemak jenuh yang berlebih," kata Tan seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan di Jakarta, Jumat.

Tan mengatakan tidak makan daging pun stok lemak tubuh sudah banyak. Jika makan daging lebih lebar dari telapak tangan, "Ginjal akan kerja keras. Kasihan," kata dokter Tan.

Dia mengatakan dalam daging kambing dan sapi terkandung lemak jenuh yang tidak baik jika dikonsumsi secara berlebih. Lemak dari gajih hewan merupakan kalori paling tinggi yang sangat lambat dicerna dan menyebabkan gemuk.

Untuk mencegah hal tersebut, masyarakat diharapkan mengontrol porsi makan daging kurban. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan, kebutuhan protein dewasa rata-rata 65 gram perorang dalam sehari. Daging dapat dikonsumsi dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Selain itu sebaiknya daging dimasak secara matang sempurna.  "Daging yang digoreng akan menambah kadar lemak dari minyak goreng, sedangkan jika dibakar akan berisiko menambah zat karsinogenik penyebab kanker."

Akan lebih baik jika daging dimasak dengan cara direbus dan dikonsumsi bersama dengan sayur dan buah agar memenuhi gizi seimbang. Dia menganjurkan untuk memilih area daging yang kurang berlemak seperti area perut.

ANTARA